Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memajukan kebudayaan saat bertemu dengan gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu di Jakarta.
Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Senin, 12 Januari 2026.
Dalam pertemuan itu, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa pemerintah daerah dapat berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan cagar budaya dan aset kebudayaan di daerah.
"Museum dan taman budaya harus terus kita dorong menjadi kantong budaya yang hidup, sekaligus ruang edukasi dan interaksi masyarakat," ungkap Fadli Zon.
Ia juga menegaskan bahwa cagar budaya berpotensi dikembangkan sebagai pusat berbagai aktivitas produktif berbasis kebudayaan.
"Cagar budaya yang ada juga bisa dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas kebudayaan, ekonomi budaya, ekonomi kreatif, object tourism, hingga pusat kuliner," ujarnya.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra menekankan perlunya pendekatan kreatif dalam pemajuan kebudayaan di Provinsi Bengkulu.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan seni dan budaya perlu ditingkatkan untuk menumbuhkan ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan kekayaan budaya Bengkulu yang mencakup keberagaman suku, bahasa, dan adat istiadat belum banyak dikenal masyarakat luas.
Pemerintah Provinsi Bengkulu pun menyampaikan keinginan untuk bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dalam mempromosikan kebudayaan daerah.
Salah satu upaya promosi kebudayaan Bengkulu direncanakan melalui media film yang dinilai efektif menjangkau publik luas.
Produser JFS Kreatif Studio Anggit Dhanurendra menyampaikan gagasan produksi film berlatar budaya Bengkulu.
"Kami ingin berangkat dari layar lebar untuk mengangkat film daerah yang belum banyak tersentuh. Bengkulu, termasuk Enggano, memiliki kekayaan budaya yang kuat dan autentik untuk diceritakan," ungkap Anggit.
Ia mengemukakan rencana pembuatan film berjudul Enggano: Cinta Sesempurna Impian dengan latar kebudayaan Enggano.
Selain itu, direncanakan pula film berjudul Jejak Merah Putih yang mengangkat kisah tokoh nasional Fatmawati.
"Dua film ini kami bayangkan menjadi sarana cultural branding, destination branding, sekaligus personal branding Bengkulu, agar dikenal lebih luas di tingkat nasional bahkan internasional," katanya.
Menteri Kebudayaan menilai film sebagai medium yang sangat efektif untuk memperkenalkan budaya daerah kepada publik.
"Film adalah platform paling baik untuk mengenalkan suatu tempat. Namun kuncinya ada pada skenario. Pengembangan skenario film harus dilakukan secara serius dan profesional, karena akan menentukan kekuatan film dan efektivitas pesan yang ingin disampaikan," ujarnya.
Ia juga mendorong penguatan ekosistem kreatif daerah melalui festival film pendek, film dokumenter, serta pelibatan sineas dan kreator konten lokal.



