Dipecat Real Madrid di Tengah Musim, Begini Profil dan Perjalanan Karier Xabi Alonso

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Xabi Alonso menjadi sorotan tajam dunia sepak bola setelah resmi dipecat Real Madrid di tengah musim 2025/2026. Keputusan tersebut mengejutkan publik mengingat status Alonso sebagai mantan pemain legendaris klub sekaligus pelatih muda yang sebelumnya menuai banyak pujian.

Xabi Alonso lahir di Tolosa, Spanyol, pada 25 November 1981. Ia tumbuh dalam keluarga yang lekat dengan sepak bola, membuatnya akrab dengan dunia lapangan hijau sejak usia dini.

Karier profesional Alonso sebagai pemain dimulai bersama Real Sociedad. Bakatnya sebagai gelandang dengan visi permainan tajam membuat namanya cepat dikenal di kancah La Liga.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke level yang lebih tinggi saat ia bergabung dengan Liverpool. Bersama klub Inggris tersebut, Alonso mencatat salah satu momen terbaik dalam hidupnya dengan menjuarai Liga Champions.

Nama Xabi Alonso semakin besar ketika ia kembali ke Spanyol untuk memperkuat Real Madrid. Di klub inilah Alonso menjelma menjadi sosok penting di lini tengah dan ikut mempersembahkan berbagai gelar bergengsi.

Tak berhenti di situ, Alonso melanjutkan kariernya ke Bayern Muenchen sebelum akhirnya memutuskan pensiun sebagai pemain profesional. Pengalamannya bermain di level tertinggi Eropa menjadi bekal berharga untuk langkah berikutnya.

Usai gantung sepatu, Alonso memilih jalur kepelatihan. Ia memulai karier sebagai pelatih dengan menangani tim junior dan menunjukkan potensi besar sebagai juru taktik.

Namanya mulai benar-benar diperhitungkan ketika sukses melatih Bayer Leverkusen. Di klub Bundesliga tersebut, Alonso dikenal mampu membangun tim yang solid dan kompetitif, sehingga menarik perhatian banyak klub besar Eropa.

Kesuksesan di Jerman membuka jalan bagi kembalinya Alonso ke Santiago Bernabéu, kali ini sebagai pelatih kepala Real Madrid. Penunjukannya disambut antusias karena dianggap sebagai simbol regenerasi dan masa depan klub.

Namun, perjalanan Alonso sebagai pelatih Real Madrid tidak berjalan mulus. Tekanan tinggi, ekspektasi besar, serta dinamika ruang ganti menjadi tantangan yang harus dihadapinya sejak awal musim.

Di tengah perjalanan, muncul isu perpecahan antara Alonso dan sejumlah pemain. Situasi internal tersebut disebut turut memengaruhi performa tim di lapangan.

 

Puncak tekanan terjadi setelah Real Madrid gagal meraih gelar Piala Super Spanyol, Real Madrid kalah melawan rival abadinya, Barcelona yang digelar di Stadion King Abdullah Sports City di Jeddah, Arab Saudi, Senin (12/01/2026). Hasil tersebut menjadi titik balik yang membuat posisi Alonso semakin terdesak.

Manajemen Real Madrid akhirnya mengambil keputusan tegas dengan mengakhiri kerja sama di tengah musim. Alonso pun harus menerima kenyataan pahit dipecat dari klub yang pernah membesarkan namanya.

Meski masa jabatannya singkat, Alonso tetap meninggalkan catatan penting sebagai pelatih muda dengan ide permainan modern dan pendekatan taktik yang berani. Pemecatan ini tidak serta-merta menghapus reputasi Xabi Alonso di dunia sepak bola.

Banyak pihak menilai karier kepelatihannya masih panjang dan berpotensi kembali bersinar di klub lain. Kisah Xabi Alonso menjadi bukti bahwa Real Madrid adalah klub dengan tuntutan ekstrem, di mana status legenda tidak menjamin kesabaran, dan hasil di lapangan tetap menjadi penentu segalanya. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, 35 Kampung Nelayan Modern Rampung Januari Ini!
• 12 jam lalumatamata.com
thumb
Remaja Tewas di TPU Bekasi Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Periksa 3 Saksi
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Perkuat Pendidikan Madrasah, Legislator Gerindra Salurkan PIP di Blitar
• 5 jam laludetik.com
thumb
Isra Miraj Nabi Muhammad SAW: Sejarah, Kronologi, dan Hikmahnya
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Hasil undian Piala FA: masih minim big match di putaran keempat
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.