Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi di Pagak, Kabupaten Malang Jawa Timur, hari ini, Selasa (13/1/2026).
SMA Taruna Nusantara itu telah dibangun sejak November 2023. Luas tanah yang dijadikan tempat SMA Taruna Nusantara Malang itu mencapai 29,6 hektar. Adapun, jumlah kelas di SMA Taruna Nusantara Malang mencapai 30 dengan jumlah siswa 706.
Dalam peresmiannya, Prabowo mengatakan sekolah seperti SMA Taruna Nusantara sangat penting. SMA Taruna Nusantara yang didirikan sejak 1990 di Magelang pun telah menghasilkan alumni-alumni yang berkiprah sebagai pemimpin nasional.
"Kita di sini benar-benar mencetak kader-kader yang patriotik. Kader-kader yang cinta Tanah Air. Kader-kader yang bertanggung jawab. Disiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang baik di semua bidang," ujar Prabowo dalam peresmian SMA Taruna Nusantara Terintegrasi di Pagak, Kabupaten Malang Jawa Timur, hari ini, Selasa (13/1/2026).
Prabowo sendiri menargetkan untuk menghadirkan 6 SMA Taruna Nusantara pada 2026. Selain di Malang dan Magelang, telah terdapat SMA Taruna Nusantara di Cimahi. Kemudian, rencananya akan dibangun juga SMA Taruna Nusantara di IKN, Sumatera Selatan hingga Sulawesi Tenggara.
Dilansir dari situs resmi SMA Taruna Nusantara, ide pembuatan sekolah menengah atas berbasis semi-militer itu dicetuskan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan, Jenderal LB Moerdani, pada 20 Mei 1985 lalu.
Baca Juga
- Prabowo Minta Percepatan Pembangunan Fasilitas Legislatif dan Yudikatif di IKN
- Menko AHY Arahkan Pembangunan IKN jadi Smart City Saat Dampingi Presiden Prabowo
- Prabowo Targetkan Bangun 500 Sekolah Unggulan Dalam 4 Tahun
Ide itu lalu diteruskan dengan menandatangani nota kesepakatan antara TNI dan Taman Siswa, guna mendirikan lembaga bernama Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN). Tarun Nusantara lalu diresmikan oleh Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia (ABRI) Jenderal Try Sutrisno pada 1990.
Belakangan, Prabowo banyak memilih lulusan SMA Taruna Nusantara untuk menjadi pejabat di pemerintahannya. Baik dari level menteri hingga pejabat eselon.
Beberapa di antaranya adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono hingga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).



