Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Malang, Jawa Timur, Selasa, 13 Januari 2026.
Peresmian ini menandai bertambahnya jaringan sekolah unggulan Taruna Nusantara yang dirancang untuk mencetak generasi muda berprestasi dan berkarakter.
Usai meresmikan, Presiden Prabowo meninjau langsung sejumlah fasilitas sekolah. Dalam kunjungannya, Presiden juga berinteraksi dengan para siswa yang tengah memamerkan berbagai karya dan inovasi hasil pengembangan mereka.
Salah satu siswa memperkenalkan sebuah inovasi berupa platform digital bernama Vertaflex Website. Presiden Prabowo tampak antusias mendengar penjelasan tersebut.
Presiden kemudian menanyakan asal daerah siswa yang mempresentasikan inovasi itu.
"Asal kalian darimana?" tanya Prabowo kepada murid itu.
"Siap saya dari Serang Banten pak," jawab murid tersebut.
Sebagai informasi, SMA Taruna Nusantara sendiri memiliki sejarah panjang. Gagasan pendiriannya pertama kali diusulkan oleh Mayor Prabowo Subianto kepada Presiden Soeharto dan Menhankam LB Moerdani pada 1988. Sekolah ini dibentuk dengan tujuan memberi kesempatan pendidikan yang sesuai bagi anak-anak dengan kemampuan dan bakat unggul.
Tujuan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 Ayat 4 yang menyebutkan bahwa warga negara dengan potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan unggul. Kampus pertama SMA Taruna Nusantara dibuka di Magelang pada 1988, dan hingga kini telah meluluskan 36 angkatan.
Saat ini, tiga kampus SMA Taruna Nusantara telah beroperasi, yakni di Magelang (Jawa Tengah), Malang (Jawa Timur), dan Cimahi (Jawa Barat). Pada 2026, pemerintah berencana membuka tiga kampus baru di Nusantara (IKN), Pagar Alam (Sumatera Selatan), dan Langowan (Sulawesi Utara).
Editor: Redaksi TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470047/original/078918700_1768196222-relawan_kesehatan.jpg)
