REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendorong optimalisasi Kantor Digital di seluruh daerah sebagai upaya memperkuat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya menjelang bulan Ramadhan.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat peran Kantor Digital sebagai wajah utama Baznas di ruang publik digital, sekaligus sarana strategis untuk memperluas jangkauan layanan dan edukasi zakat kepada masyarakat.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Peserta PPIH Antusias Ikuti Latihan Baris-Berbaris
- Dua Direktorat Ini Jadi Sasaran Penggeledahan KPK di Kantor DJP Kemenkeu
- Perlawanan Khamenei kepada Trump Diluncurkan via X: Ini akan Digulingkan
Pimpinan Baznas Bidang Transformasi Digital Nasional, Nadratuzzaman Hosen mengatakan, hingga saat ini Baznas telah membangun 415 Kantor Digital di tingkat pusat dan daerah. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 30 persen yang aktif dimanfaatkan secara optimal.
“Ini menjadi tugas bersama kita untuk mengaktifkan seluruh Kantor Digital yang sudah dibangun. Jika tidak dimanfaatkan akan sangat disayangkan, mengingat manfaatnya yang begitu sangat besar, khususnya pada penghimpunan,” ujar dia lewat keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)
Ia melihat rendahnya perolehan dana fundraising salah satunya disebabkan oleh Kantor Digital yang belum hidup secara optimal. "Jika Kantor Digital aktif, masyarakat akan lebih mengenal Baznas dan pada akhirnya akan tertarik untuk menunaikan zakatnya,"kata dia.
Ia menambahkan, Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik. Melalui media digital, Baznas dapat mempengaruhi perilaku masyarakat agar lebih percaya dan tertarik menunaikan zakatnya melalui lembaga resmi negara.
“Selama ini kita terlalu terperangkap dengan harapan pada zakat ASN semata, padahal potensi di luar zakat ASN juga sangat besar. Namun masyarakat belum banyak mengetahui peran dan fungsi Baznas. pentingnya memanfaatkan Kantor Digital secara optimal,”ujar dia.



