Pengusaha Tekstil Minta Guyuran Dana Rp101 Triliun Diimbangi Perbaikan Regulasi

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menilai rencana pemerintah untuk mengucurkan dana senilai US$6 miliar atau setara Rp101,28 triliun (asumsi kurs Rp16.880) menjadi angin segar bagi industri padat karya ini, utamanya pada industri tekstil dan garmen. 

Ketua Umum API Jemmy Kartiwa mengatakan pihaknya menantikan skema kucuran dana tersebut, sekaligus mendorong pemerintah untuk mengimbangi bantuan tersebut dengan pembenahan sejumlah regulasi. 

"Pertama, kemudahan akses industri TPT terhadap energi yang lebih ramah lingkungan seperti gas," kata Jemmy kepada Bisnis, Selasa (13/1/2025). 

Jemmy juga menyoroti kebijakan suku bunga pinjaman yang mesti didukung untuk industri padat karya dikisaran 5%-6%. Terakhir, industri TPT juga membutuhkan perlindungan dari barang-barang impor ilegal. 

"Jadi dengan regulasi non tarif barrier untuk memperkecil masuknya produk impor dalam menghindari pengenaan pajak," tuturnya. 

Di sisi lain, Direktur Eksekutif API Danang Girindrawardana menambahkan rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan mengalokasikan dana untuk industri TPT akan meningkatkan kinerja industri tekstil dan garmen. 

Baca Juga

  • Prabowo Bakal Guyur Rp101 Triliun untuk Selamatkan Industri Tekstil
  • Prabowo Gelar Ratas dengan Airlangga hingga Rosan Minggu (11/1), Bahas Tekstil Sampai Otomotif
  • Buruh Tekstil Cs Bebas Pajak Selama 2026, Pengusaha Usul Insentif Tambahan

"Yang pada ujungnya akan membantu pembukaan lapangan kerja sebagaimana target Presiden Prabowo. Hal ini juga menunjukkan kepedulian Prabowo pada masalah masalah sempitnya lapangan kerja saat ini," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah berencana mengucurkan dana senilai US$6 miliar atau sekitar Rp101,28 triliun (asumsi kurs Rp16.880) untuk melindungi industri tekstil dalam negeri. 

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah menjaga keberlangsungan sektor padat karya, bukan hanya mengejar pertumbuhan sektor padat modal. 

“Bapak Presiden menyampaikan bahwa untuk mempertahankan yang labor intensive-based, pemerintah akan menyiapkan dana sekitar US$6 miliar untuk menjaga agar teknologinya tetap bersaing dan investasinya tetap berjalan,” kata Airlangga di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026). 

Menurut Airlangga, industri tekstil Tanah Air perlu dilindungi karena terdapat sekitar 5 juta tenaga kerja di dalamnya. Dia menyampaikan bahwa tenaga kerja industri tekstil berpotensi naik hingga 7 juta orang mengingat besarnya pasar yang dimiliki Indonesia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BMKG Prediksi DKI Diguyur Hujan Intensitas Sedang hingga 15 Januari
• 19 jam laluidntimes.com
thumb
Kemewahan Hotel Bintang 4 dan 5 dengan Harga Bersahabat Mulai Rp300.000
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
TNI Evakuasi 18 Pekerja Freeport di Papua
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Momen Prabowo Bagi-Bagi Kaos ke Warga
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
PDIP Tegaskan Posisi Sebagai Penyeimbang di Rakernas Partai
• 7 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.