Belanja Live Streaming Jadi Tren Baru Penggerak Transaksi E-Commerce

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perkembangan perdagangan digital di Indonesia terus mengalami penyesuaian seiring perubahan preferensi konsumen. Platform e-commerce tidak hanya bersaing dari sisi harga dan ketersediaan produk, tetapi juga dari pengalaman berbelanja yang ditawarkan. 

Dalam beberapa tahun terakhir, integrasi antara konten digital dan aktivitas transaksi menjadi salah satu pendekatan yang semakin banyak diterapkan, khususnya di sektor fesyen yang sangat bergantung pada visual dan tren.

Baca Juga :
Purbaya: Defisit APBN 2025 Tembus Rp 695,1 Triliun
Transaksi Harbolnas 2025 Capai Rp36,4 Triliun, Naik 17 Persen

Pada awal 2026, TikTok Shop by Tokopedia memperkenalkan Fashion Playground, sebuah inisiatif yang menyoroti pemanfaatan live streaming dalam perdagangan digital. Inisiatif tersebut telah mulai diperkenalkan sejak pertengahan 2025 dan disebut mampu mendorong rata-rata transaksi brand yang berpartisipasi sebesar 86,62 persen. 

Secara makro, industri fesyen memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Pada triwulan II-2025, sektor ini berkontribusi sebesar 6,96 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas, meningkat 1,6 persen secara tahunan (year on year). 

Dari sisi ketenagakerjaan, industri fesyen menyerap sekitar 1,6 juta tenaga kerja di industri kecil serta 89 ribu tenaga kerja di industri besar. Dalam ekosistem digital, fesyen tercatat sebagai kategori terbesar di e-commerce Indonesia dengan kontribusi sekitar 16 persen dari total nilai transaksi.

"Fesyen terus menjadi salah satu kategori dengan permintaan tertinggi. Pada Ramadan 2025, misalnya, kenaikan transaksi hijab, celana pria, pakaian dan sepatu wanita mencapai lebih dari 2 kali lipat dibandingkan Ramadan 2024," kata Tri Boby Candra (Boby), Cluster Leader Tokopedia and TikTok E-Commerce Indonesia, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Selasa, 13 Januari 2026.

"Untuk memperkuat rantai nilai industri fesyen secara menyeluruh dan mendorong pertumbuhan jangka panjang, kami menginisiasi TikTok Shop by Tokopedia Fashion Playground sebagai wadah pemberdayaan brand, desainer, affiliate content creator, serta pencinta produk fesyen," ujarnya. 

Sejalan dengan meningkatnya nilai transaksi e-commerce nasional dari Rp205,5 triliun pada 2019 menjadi Rp487,01 triliun pada 2024, faktor keamanan dan kepercayaan konsumen menjadi perhatian penting. 

Dalam praktiknya, Fashion Playground menggabungkan aktivitas offline dan online melalui sejumlah format, seperti peragaan busana yang disiarkan secara langsung, bazar brand fesyen terkurasi, live streaming booth, serta sesi kolaborasi antara brand dan kreator konten. 

Baca Juga :
Tarik Rp75 Triliun buat Belanja K/L, Purbaya Jamin Tak Ganggu Sistem Ekonomi
Polri Gelontorkan Rp19,07 Triliun Sepanjang 2025, Ternyata Buat...
Tahun 2025 Segera Berakhir, 2 Wamenkeu Periksa Hasil Percepatan Belanja Negara

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terseret Kasus Chromebook, Google Tegaskan Tak Pernah Beri Imbalan ke Kemendikbudristek
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ada Kisah Insan yang Tumbuh Bersama Nasabah di Balik Layanan PNM
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
BPJS Kesehatan Kerja Sama dengan Jamdatun, Perkuat Aspek Hukum JKN
• 22 jam laludetik.com
thumb
Dishub DKI Hentikan Sementara Operasional Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu hingga Cuaca Membaik
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Striker Anyar PSM Makassar Hengkang, Ini Suara Getir Kelompok Suporter
• 12 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.