Bagi Herdman, salah satu tantangan yang akan dihadapi sebagai pelatih timnas Indonesia adalah menyatukan potensi pemain diaspora dengan pemain lokal. Jika itu bisa dilakukan, menurutnya timnas Indonesia bakal semakin kuat.
"Bagi saya, saya tidak melihat paspor mereka, saya melihat peluang dan yang terpenting adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar untuk Garuda," kata Herdmann saat memperkenalkan dirinya di hadapan awak media dan jajaran pengurus PSSI yang hadir.
Baca juga: Erick Thohir Minta Semua Elemen Sepak Bola Indonesia Dukung John Herdman
Herdman juga menyadari tekanan bakal datang setelah timnas Indonesia gagal mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia 2026. Menurutnya, itu wajar terjadi dan dia siap memikul tanggung jawab untuk membuat timnas Indonesia menjadi lebih baik. Terlebih, Herdman punya pengalaman serupa bersama timnas Kanada.
"Tentu ada tekanan, jelas, mengingat apa yang disebutkan sebelumnya, sudah dekat, tetapi belum berhasil. Jadi, apakah sudah siap menghadapi tekanan ini, terutama dari para penggemar. Anda datang ke sebuah organisasi, memimpin sebuah tim, memikul beban sebuah bangsa. Dan beban itu bisa saja menjadi kutukan, atau berkah," papar Herdman yang berkewarganegaraan Inggris.
"Kami akan mengolah itu menjadi sebuah berkah. Ini akan menjadi sebuah peluang besar yang akan terus saya bagikan kepada para pemain, karena saya pernah mengalami momen ketika sebuah negara berhenti sejenak, dan Anda lolos untuk pertama kalinya. Saya telah mengalami momen itu," tuturnya usai mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 sejak 1986.
Seperti dilansir situs resmi Kemenpora, John Herdman mendapat kontrak selama 2 tahun oleh PSSI untuk menukangi timnas Indonesia. Namun, ada opsi perpanjangan kontrak dua tahun ke depan pada kontrak untuk menyongsong Piala Dunia 2030.
Rekam Jejak Mentereng
John Herdman yang berusia 50 tahun tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara berbeda lolos ke Piala Dunia FIFA.
Bersama timnas putri Selandia Baru, John Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.
Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar timnas Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022 yang belum pernah terjadi dalam 36 tahun sebelumnya. Kemudian, peringkat FIFA Kanada langsung meroket dari posisi 77 ke 33 dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)





