Protes merebak di AS, PBB desak penyelidikan kasus penembakan oleh ICE

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jenewa (ANTARA) - Kantor hak asasi manusia PBB pada Selasa mendesak otoritas AS untuk melakukan penyelidikan "cepat, independen, dan transparan" atas penembakan fatal oleh petugas ICE, lembaga imigrasi negara adidaya tersebut.

"Berdasarkan hukum hak asasi manusia internasional, penggunaan kekuatan mematikan secara sengaja hanya diperbolehkan sebagai tindakan terakhir terhadap individu yang mewakili ancaman langsung terhadap nyawa," kata juru bicara hak asasi manusia PBB, Jeremy Laurence, menekankan perlunya pertanggungjawaban dalam kasus ini.

Pernyataan Laurence muncul ketika protes telah menyebar di seluruh AS menyusul penembakan fatal terhadap warga Minneapolis berusia 37 tahun, Renee Good, oleh petugas ICE, Jonathan Ross, di Minnesota.

"Kami mencatat penyelidikan FBI dan bersikeras perlunya penyelidikan yang cepat, independen, dan transparan atas pembunuhan Nyonya Good," katanya kepada wartawan di Jenewa.

Laurence menambahkan bahwa semua otoritas harus "mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan dan menahan diri dari hasutan kekerasan."

Pejabat pemerintahan Trump mengatakan penembakan itu adalah tindakan membela diri, klaim yang ditolak oleh otoritas lokal dan saksi mata, yang menunjukkan rekaman video kejadian tersebut.

Negara bagian Minnesota di AS dan dua kota terbesarnya—Minneapolis dan St. Paul— pada Senin, mengajukan gugatan terhadap Departemen Keamanan Dalam Negeri federal untuk mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai "invasi federal" ke negara bagian mereka. Gugatan tersebut bertujuan untuk menghentikan "peningkatan pengerahan agen federal yang belum pernah terjadi sebelumnya", yaitu sebanyak lebih dari 2.000 agen.

Pengajuan tersebut juga menuduh pemerintahan Trump melanggar Amandemen ke-10 Konstitusi AS dengan mengesampingkan hak Minnesota untuk mengatur keamanannya sendiri, yang dalam gugatan tersebut diklasifikasikan sebagai "invasi federal ke Twin Cities."

Sumber: Anadolu



Baca juga: AS tangkap lebih dari 480.000 imigran ilegal sejak Trump menjabat

Baca juga: Protes kematian ibu tiga anak oleh petugas ICE, 29 orang ditangkap

Baca juga: Sulit dapat visa, angka mahasiswa internasional baru turun tajam di AS


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pasar Saham Tiongkok dan Asia Tenggara Diyakini Paling Mentereng di Asia Tahun Ini
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PDIP Pilih Jadi 'Penyeimbang': Strategi Cerdas atau Sekadar Oposisi Abu-Abu?
• 9 jam lalusuara.com
thumb
TOP 5: Eksepsi Nadiem Ditolak hingga Trump Jadi Plt Presiden Venezuela
• 17 jam laluidntimes.com
thumb
Teganya Pria Bogor Bacok Mantan Istri dan Suami Barunya
• 14 jam laludetik.com
thumb
Momen Perkenalan John Herdman Sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.