JAKARTA, DISWAY.ID-- PDI Perjuangan tetap mendorong pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung dengan menerapkan sistem pemungutan suara elektronik atau electronic voting (e-voting). Hal itu disampaikan PDI Perjuangan usai menggelar Rakernas I 2026.
Menyikapi itu, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid mengatakan bahwa hal seperti itu bisa saja dilakukan. Hal itu berkaca dari beberapa negara yang sudah menjalankan mekanisme e-voting.
BACA JUGA:Kabar Baik! Harga Bahan Pangan di Pasar-pasar Kini Turun Drastis: Harga Cabai cuma Rp30 ribu per kilogram
BACA JUGA:Prabowo Bangun SMA Taruna Nusantara di IKN hingga Pagar Alam, Targetkan Beroperasi Akhir 2026
"Mungkin, ya kita lihat. Bagaimana kita simulasikan. Kan ada berjalan di berbagai negara. Mungkin seperti itu bisa dilakukan," katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 13 Januari 2026.
Namun, Ia menegaskan bahwa partainya tidak ingin terburu buru dalam mengambil sikap terkait Pilkada langsung melalui e-voting ini.
"Jadi begini, kita tidak ingin terjebak pada setuju atau tidak setuju,"ucapnya.
Menurutnya, segala gagasan yang ada harus di bahas dengan tenang melalui kajian akademisi.
BACA JUGA:Pertamina dan MIND ID Mau Sulap Batu Bara Jadi 'LPG Terbarukan', Gas Elpiji Bakal Dihapus?
BACA JUGA:Nasib Ribuan Nakes di Aceh Memprihatinkan, Pencairan Dana Belum Cair-cair
"Tapi kita bahas dulu dengan kepala dingin, secara jernih, secara akademik, ya kan, secara rasional," ucapnya.
Ia menambahkan, mekanisme Pilkada langsung yang sudah berjalan sejak zaman kepemimpinan SBY ini harus dilakukan evaluasi secara bijak. Mana yang baik dna mana yang tidak baik.
"Kita dudukan secara akademik, secara ilmiah, sehingga apa pun nanti keputusannya itu adalah hasil sebuah kajian dan konsensus yang sudah matang," tutupnya.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470794/original/072829800_1768228956-IMG_3167.jpeg)

