Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya mulai mengusut laporan dugaan penipuan investasi kripto yang diduga merugikan seorang investor hingga miliaran rupiah, salah satunya mulai memeriksa si pelapor.
Younger, pun bercerita bagaimana dirinya merugi hingga Rp 3 Miliar.
Advertisement
"Si TR ini merupakan satu influencer yang sangat terkenal. Nah saya melihat dia dari Instagram, dari cara dia flexing segala macam, kaya dari kripto cepat, terus bisa beli mobil mewah dalam usia muda. Nah itu saya tergiur," kata Younger usai diperiksa oleh penyelidik di Polda Metro Jaya, Selasa (13/1/2026).
Younger lalu membeli keanggotaan Akademi Kripto, sebuah platform edukasi pasar aset kripto. Namun untuk bergabung menjadi member, dirinya harus membayar sejumlah uang.
"Member-nya itu bukanlah harga murah loh. Saya beli awal Rp 9 juta. Terus diiming-imingi ada member yang lifetime seharga Rp 39 juta. Total ya saya habis di Rp 50-an (juta) lah kurang lebih, kurang lebihnya untuk member," ujar Younger.
Dia beralasan, keberaniannya membeli ongkos member dikarenakan influencer dan yang membangun platform tersebut menjanjikan untung hingga 500 persen dari modal yang dipasang.
"Saya tergiur karena ada bukti signal bahwa dia mengatakan dari Rp 2 juta itu bisa jadi Rp 2 miliar. Beli koin apapun bisa untung. Dan saya kenanya tuh di 'Koin Manta' ini. Dan ada indikasi dia kasih PDF itu, menjanjikan profit 300 sampai 500 persen," beber dia.
Namun fakta sebaliknya, Younger justru merugi hingga Rp 3 miliar usai melakukan trading kripto.
"Nggak ada, nggak ada, saya nggak tarik sama sekali. Ngak ada untung. Setelah untung, terus dimainin lagi kayak gitu. Tidak ada untung sama sekali. (kerugian) Rp 3 miliar," keluh dia.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472088/original/014791700_1768310720-1000312991.jpg)