Teknologi Robotik dalam Pengobatan Kanker Prostat: Bagaimana Perkembangannya di Dunia dan Indonesia?

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Perkembangan teknologi kedokteran telah membawa perubahan besar dalam penanganan kanker prostat, salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang pria usia lanjut. 

Jika sebelumnya operasi terbuka menjadi pilihan utama, kini dunia medis beralih ke metode yang lebih presisi dan minim risiko melalui pemanfaatan teknologi robotik. Inovasi ini bertujuan meningkatkan akurasi pembedahan sekaligus menjaga kualitas hidup pasien setelah operasi.

Di berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara Eropa, bedah robotik telah lama digunakan dalam penanganan kanker prostat. 

Data dari American Urological Association (AUA) menunjukkan bahwa sebagian besar prosedur radikal prostatektomi di Amerika Serikat kini dilakukan dengan bantuan sistem robotik. 

Pendekatan ini dinilai mampu menurunkan risiko komplikasi seperti perdarahan, gangguan kontrol urine, serta mempercepat masa pemulihan pasien.

Teknologi tersebut kini mulai tersedia di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan berbasis presisi. 

Kehadiran sistem bedah robotik menjadi langkah penting untuk mendekatkan standar penanganan kanker prostat di dalam negeri dengan praktik medis global, sehingga pasien tidak selalu harus mencari pengobatan ke luar negeri.

Apa Itu Sistem Bedah Robotik Da Vinci XI?

Salah satu teknologi yang banyak digunakan secara global adalah Da Vinci XI. Meski sering disebut sebagai “robot bedah”, sistem ini tidak bekerja secara otomatis. Seluruh tindakan tetap dikendalikan oleh dokter spesialis yang telah menjalani pelatihan khusus.

Menurut Prof. Dr. dr. Agus Rizal A.H. Hamid, Sp.U (K) Onk, FICRS, pakar urologi onkologi Eka Hospital MT Haryono, sistem ini dirancang untuk membantu dokter melakukan operasi di area yang sulit dijangkau dengan tingkat ketelitian tinggi. 

“Da Vinci XI membantu kami menjangkau area sempit tanpa harus membuat banyak sayatan,” jelasnya.

Sistem ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu kamera beresolusi tinggi yang menampilkan gambar tiga dimensi, unit lengan robotik yang berada di sisi pasien, serta konsol kendali tempat dokter mengatur seluruh pergerakan alat.

Visualisasi 3D dan kontrol ergonomis memungkinkan dokter bekerja lebih stabil dan mengurangi kelelahan selama prosedur panjang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ruhut Sitompul Soroti Kasus Kuota Haji Gus Yaqut, Pengalihan Aset Disinggung
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
Net Buy Kala IHSG Loyo, Ini Saham yang Diborong Asing
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Truk vs Truk, Tiga Korban Terjepit Kabin
• 14 jam lalurealita.co
thumb
Peduli Banjir Kalsel, Jhonlin Group Kucurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk 1.000 KK
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
John Herdman Ungkap Alasan Menolak Honduras dan Jamaika demi Timnas Indonesia
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.