PENDEKATAN komunikasi pemasaran di ruang publik terus berevolusi seiring dengan perubahan perilaku masyarakat. Di tengah kejenuhan terhadap iklan luar ruang yang bersifat visual dan pasif, pelaku industri periklanan mulai mencari format baru yang tidak hanya menghadirkan eksposur, tetapi juga nilai guna langsung bagi publik.
Salah satu pendekatan tersebut ditunjukkan melalui aktivasi publik yang digelar Adrink di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Dukuh Atas, Jakarta. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Minggu (11/1) tersebut, Adrink membagikan sekitar 5.000 botol air minum gratis kepada masyarakat. Aktivasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan medium iklan berbasis fungsi (utility-based media) yang menggabungkan kepentingan brand, kebutuhan publik, dan dampak sosial.
Berbeda dengan media Out of Home (OOH) konvensional, Adrink memanfaatkan kemasan botol air minum sebagai medium komunikasi. Brand hadir pada momen ketika masyarakat benar-benar membutuhkan air minum, sehingga menciptakan interaksi fisik dengan durasi atensi yang lebih panjang dan kontekstual. Dalam skema ini, masyarakat tetap menerima air minum gratis tanpa syarat apa pun, sementara brand memperoleh keterlibatan publik yang lebih nyata.
Baca juga : Studi Sumber Air Gunung AMDK Mahal, Kenapa?
Untuk menghubungkan distribusi fisik dengan kanal digital, Adrink juga menyematkan QR code pada kemasan botol. Interaksi bersifat sukarela, tanpa kewajiban bagi penerima. Melalui pendekatan ini, brand dapat mengukur tingkat engagement berdasarkan interaksi yang benar-benar terjadi, bukan sekadar paparan visual.
CEO Adrink Faray Saleh menyampaikan inisiatif tersebut mencerminkan arah baru dalam komunikasi brand.
"Ke depan, kami melihat Adrink bukan hanya sebagai media aktivasi, tetapi sebagai ekosistem kolaborasi yang mempertemukan brand, ruang publik, dan dampak sosial. Inilah arah baru komunikasi brand yang lebih relevan dengan perilaku masyarakat saat ini," ujarnya.
Baca juga : Artesian Water Masuki Jaringan Hotel Azana di Seluruh Indonesia
Dari sisi sosial, Adrink mengalokasikan Rp500 dari setiap botol air minum yang dibagikan untuk mendukung program pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Pada tahap awal, alokasi dana sosial tersebut difokuskan untuk membantu wilayah terdampak bencana alam di Aceh. Seluruh dana sosial ditanggung oleh Adrink bersama brand yang berkolaborasi dalam kampanye ini.
Chief Marketing Officer Adrink Zikra Halim menilai kekuatan iklan luar ruang sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.
"Kami percaya kekuatan iklan itu berada di tangan masyarakat, khususnya untuk iklan luar ruang. Karena tanpa dilihat masyarakat, suatu iklan tidak ada artinya," ucapnya.
Melalui model ini, Adrink mendorong pola kolaborasi baru antara brand dan ruang publik. Aktivitas pemasaran tidak semata mengejar visibilitas, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi brand untuk membangun hubungan yang lebih relevan dan berkelanjutan dengan konsumen di tengah kompetisi perhatian yang semakin ketat. (E-1)





