JAKARTA — Laptop chromebook yang diinisiasi mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim tak berjalan mulus karena dianggap tidak menjawab kebutuhan sekolah. Pengadaannya pun tengah berperkara di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.
Guru hingga kepala dinas pendidikan di daerah mengeluhkan tidak berfungsi optimal dan sulit dioperasikan, seperti diungkapkan Wayan Agus Kabiana, kepala sekolah di Bali.
“Chromebook ini aksesnya terbatas. Untuk siswa SD, tidak bisa bebas digunakan seperti laptop biasa. Akhirnya hanya dipakai untuk ANBK dan sesekali olimpiade saja,” kata Wayan saat dihubungi, Selasa (13/1/2026).
“Kami baru saja melakukan peninjauan kembali terkait bantuan-bantuan ini. Masalah utamanya adalah sinkronisasi antara teknologi yang diberikan dengan kemampuan adaptasi guru dan siswa di lapangan. Jika tidak bisa digunakan secara maksimal, perangkat ini hanya akan menumpuk,” ujar Saleh Asoe dalam keterangannya.



