Airlangga sebut B40 diterapkan tahun ini, B50 masih dikaji

antaranews.com
15 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kebijakan mandatori biodiesel pada tahun ini tetap menggunakan B40 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sementara opsi penerapan B50 masih dalam tahap kajian.

Airlangga menjelaskan penerapan B40 tetap berjalan pada tahun ini, sedangkan B50 memerlukan kajian berkelanjutan dengan mempertimbangkan selisih harga fuel oil, bahan bakar minyak (BBM), serta harga kelapa sawit domestik dan pasar internasional.

“Jadi tahun ini, arahan Pak Presiden (Prabowo Subianto) tetap B40. Untuk B50, kajian harus dilakukan terus-menerus,” kata Airlangga ditemui usai kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) bertajuk Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Jakarta, Selasa.

Baca juga: B40 pangkas impor solar dan tekan emisi hingga 38,88 juta ton CO2e

Ia menegaskan kebijakan B50 tidak dibatalkan, karena kajian teknis dan uji coba di sektor otomotif tetap dilanjutkan sambil memantau pergerakan harga serta kesiapan industri nasional dari hulu hingga hilir.

Menurut Airlangga, pemerintah terus menghitung selisih (delta) harga biodiesel, BBM, dan kelapa sawit untuk memastikan kebijakan campuran bahan bakar berjalan seimbang, menjaga pasokan energi, serta stabilitas ekonomi nasional, termasuk industri otomotif, fiskal, dan daya saing nasional.

“Kita akan selalu melihat perbedaan harga antara harga fuel oil, harga BBM, dengan harga kelapa sawit, deltanya berapa. Kajian B50 diteruskan, uji coba otomotif juga lanjut. Jadi kita tergantung pada dinamika harga,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah mengalokasikan Biodiesel 2026 sebesar 15,65 juta kiloliter

Airlangga menyebut persiapan menuju B50 terus dilakukan, namun implementasinya bergantung pada skenario harga yang berkembang, dengan arahan Presiden saat ini tetap menjalankan kebijakan B40.

“Ya, kita siapkan menuju semester kedua, tetapi saat sekarang, dengan skenario harga yang ada, arahan Bapak Presiden tetap B40, namun siap untuk B50,” imbuh Airlangga.

Biodiesel B40 merupakan bahan bakar campuran yang terdiri atas 60 persen solar dan 40 persen bahan bakar nabati (BBN) berbasis kelapa sawit.

Implementasi program B40 menjadi bagian dari upaya mencapai ketahanan energi nasional, sekaligus mendukung agenda Indonesia yang hijau dan berkelanjutan.

Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai prioritas nasional.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga kenalkan biosolar B40 untuk industri

Baca juga: Kementerian ESDM catat program B40 hemat devisa Rp93 triliun


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kementerian PU siagakan alat berat tangani banjir sungai Maluku Utara
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Kunjungan Kerja ke Papua, Wapres Gibran Main Sepak Bola dan Cetak Tiga Gol
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Mahfud MD Soroti Pelapor Pandji: Aneh dan Tak Punya Legal Standing
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Aksi Damkar Evakuasi Penghuni Apartemen Jaksel yang Terjebak di Lift
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Geledah PT Wanatiara Persada Terkait Kasus Pajak, Sita HP hingga Laptop
• 9 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.