GenPI.co - Wakil Ketua Umum PKB Daniel Johan menilai penerapan e-voting dalam Pilkada, belum siap untuk diterapkan.
Daniel awalnya mengatakan sistem e-voting memang bisa menjadi opsi menjawab masalah praktik politik uang dalam Pemilu.
Tetapi, penerapan e-voting dalam kontestasi politik, masih butuh keseiapan matang. Baik dalam segi infrastruktur, keamanan sistem, regulasi, dan kepercayaan publik.
“Mekanisme e-voting secara nasional, juga belum diatur dan belum siap diterapkan langsung,” katanya dikutip dari JPNN, Rabu (14/1).
Dia harap apa pun sistem Pilkada, baik langsung atau melalui DPRD, bisa melahirkan kepala daerah yang mengedepankan kepentingan rakyat.
“Kajian secara komprehensif, termasuk opsi Pilkada melalui DPRD, akan terus dimatangkan,” ucapnya.
PDIP diketahui menolak usulan Pilkada melalui DPRD dan tetap ingin pemilihan secara langsung oleh rakyat.
Komitmen itu, menjadi salah satu sikap politik PDIP dalam Rakernas I di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Senin (12/1).
Ketua DPD PDIP Aceh Jamaluddin Idham yang membacakan sikap partainya mengatakan pentingnya menjaga hak kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpin.
Partai berlambang banteng moncong putih ini mengusulkan, agar memakai e-voting untuk menekan tingginya biaya Pilkada.
“Kemudian, mencegah mahar politik, pembatasan biaya kampanye, dan integritas penyelenggara pemilu,” ucapnya. (ast/jpnn)
Tonton Video viral berikut:



