PADANG, KOMPAS.TV – Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (13/1/2026) tidak terdapat penambahan jumlah korban jiwa akibat bencana di Sumatera Barat.
Kepala BNPB Suharyanto, menyampaikan perkembangan jumlah korban terdampak bencana tersebut dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Sumatera Barat, Selasa.
Sebagai Wakil Ketua II Satgas, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa pelaksanaan tanggap darurat di Provinsi Sumatera Barat menunjukkan tidak adanya penambahan korban jiwa.
Baca Juga: Bansos BLTS Rp900 Ribu Bakal Cair Lagi Tahun 2026? Ini Kata Menteri Sosial
Namun demikian, masih terdapat 72 orang dinyatakan hilang dan 10.854 jiwa mengungsi, sementara seluruh kabupaten dan kota telah memasuki fase transisi darurat ke pemulihan.
“Seluruh daerah terdampak telah memasuki fase transisi pemulihan. Dukungan logistik, operasi udara, serta operasi modifikasi cuaca tetap dilanjutkan sesuai rekomendasi kementerian dan lembaga terkait,” ujarnya dalam keterangan tertulis Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Ia juga menjelaskan, akses jalan nasional relatif telah terhubung, meskipun beberapa ruas seperti Padang Panjang–Sicincin masih bersifat terbatas.
Penyesuaian kebutuhan alat berat terus dilakukan, termasuk opsi pergeseran alat ke provinsi lain sesuai kebutuhan di lapangan.
Baca Juga: BNPB Sebut 23 Desa di Pandeglang Terdampak Banjir, Ketinggian Air Capai 1 Meter
Rapat tersebut menyimpulkan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi harus ditopang oleh pendataan kerusakan multisektoral yang rinci, akurat, dan berbasis by name by address sebagai dasar perencanaan dan pencairan bantuan.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- bencana sumatera barat
- penanganan bencana
- sumatera barat





