GenPI.co - Performa AC Milan pada beberapa pekan terakhir mulai menunjukkan penurunan, meskipun catatan tak terkalahkan mereka masih bertahan.
Faktor kebugaran pemain disebut menjadi salah satu penyebab utama menurunnya konsistensi permainan I Rossoneri, terutama saat menghadapi tim-tim papan bawah Serie A Italia 2025/26.
Pada dua laga terakhir, AC Milan nyaris kehilangan rekor tak terkalahkan saat berhadapan dengan Fiorentina dan Genoa.
Kedua pertandingan berakhir imbang, meskipun AC Milan sempat berada di posisi unggul dan menghadapi lawan yang secara klasemen berada di lima terbawah klasemen Serie A Italia.
Menurut laporan MilanNews, Selasa (13/1), AC Milan mengawali Januari 2026 dengan hasil positif.
Kala itu, AC Milan mengamankan kemenangan dengan skor tipis 1-0 atas Cagliari.
Meskipun berhasil meraih tiga poin, performa pasukan Massimiliano Allegri dinilai jauh dari kata meyakinkan dan tidak menampilkan permainan cair seperti yang biasa mereka tunjukkan.
Masalah mulai terlihat jelas pada laga-laga berikutnya. Saat menjamu Genoa di San Siro dan bertandang ke markas Fiorentina, AC Milan gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Pada dua pertandingan tersebut, gol penyeimbang lawan tercipta pada menit-menit akhir. Bahkan, AC Milan nyaris kebobolan gol penentu ketika memasuki masa tambahan waktu.
Penurunan intensitas permainan AC Milan tidak lepas dari kondisi fisik sejumlah pemain kunci.
Beberapa motor serangan I Rossoneri, seperti Alexis Saelemaekers, Rafael Leao, Christian Pulisic, dan Adrien Rabiot dilaporkan tidak berada dalam kondisi kebugaran ideal.
Saelemaekers menjadi contoh paling nyata. Pemain sayap asal Belgia itu terus dimainkan sebagai starter di sektor kanan karena minimnya opsi pelapis.
Peran tersebut menuntut energi besar, sedangkan kelelahan mulai terlihat pada beberapa pertandingan terakhir.
Situasi ini membuat Saelemaekers dinilai membutuhkan jeda istirahat setidaknya satu laga.
Sementara itu, Leao dan Pulisic juga menghadapi kendala fisik meskipun tidak tergolong cedera serius.
Pulisic disebut mengalami gangguan ringan pada hamstring yang membatasi eksplosivitasnya.
Di sisi lain, Leao tampak kesulitan melakukan sprint maksimal akibat masalah pada otot adduktor yang sudah dirasakannya sejak awal 2026.
Akumulasi masalah kebugaran ini berdampak langsung pada permainan AC Milan di atas lapangan.
Transisi menyerang menjadi lebih lambat, tekanan ke lini pertahanan lawan berkurang, dan stabilitas tim di menit-menit akhir laga ikut terganggu.(*)
Simak video berikut ini:



