Tender Terlalu Mepet, Pengerjaan Proyek Lelet

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

BARRU, FAJAR–Sejumlah proyek mulur mencuat di berbagai daerah. Belum tuntas, padahal tahun anggaran telah berakhir.

Selain di Wajo, juga ditemukan di Parepare dan Barru. Kelambanan tender dan hambatan lapangan membuat pekerjaan tak bisa tuntas hingga akhir 2025 yang merupakan deadline anggaran.

Di Barru, proyek aspal ruas Desa Cilellang ke Dusun Barantang, Desa Manuba, hingga ke Dusun Lanraee, Desa Nepo, tak bisa selesai tepat waktu. Bahkan sebagian pekerjaan baru akan dimulai.

Kegiatan berupa rekonstruksi jalan aspal senilai Rp5 miliar lebih bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) 2025 Dinas PU Barru itu mestinya selesai sebelum 2026. Sesuai kontrak, masa kerja seharusnya pada 17 November-31 Desember 2025.

Pihak rekanan beralasan, proyek terlambat selesai akibat cuaca ekstrem beberapa waktu belakangan ini. Hal itu membuat dropping (pasokan) material aspal yang telah disiapkan, tertunda akibat curah hujan tinggi.

“Kadang material aspal sudah siap loading hendak di angkut ke lokasi pengaspalan, namun karena hujan deras sehingga proses pengiriman aspal dihentikan sementara,” kata salah seorang pekerja di lokasi.

“Kejadian seperti ini memakan waktu, Pak, sebab terkadang tiba-tiba cuaca berubah,” sambung pria itu saat ditemui di sekitar jalan Cengkengnge, Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Selasa, 13 Januari 2026.

Alasan Cuaca

Bahkan warga sekitar lokasi menjelaskan sebagian jalanan aspal berulang kali dipadatkan akibat badan jalan sering tidak stabil. Musim hujan memang bukan waktu yang tepat mengerjakan proyek fisik.

Amir (45), warga Jalan Cengkengnge di Desa Cilellang menjelaskan, pengerjaan proyek jalan di tengah musim hujan membuat pekerja kerepotan. Mereka harus mengulang-ulang pematangan lahan jalan.

“Agak lama ini dikerja, Pak, karna selalu amblas jalanannya, agak turun itu aspalnya ketika sudah dipakekan mobil roller. Makanya berulang kali dipadatkan pake mobil roller drum itu,” ujar Amir.

Sementara itu, Idham, pejabat di Bidang Cipta Karya Dinas PU Barru membenarkan adanya keterlambatan kegiatan pengaspalan jalanan ruas Cengkengnge, Cilellang-Barantang, Manuba.

“Faktor cuaca ekstrem dominan dan droping material yang kerap batal didatangkan cukup menghambat penyelesaian pekerjaan rekanan tersebut,” jelas Idham.

“Namun hal itu tidak menjadi penghalang di lapangan dalam menyelesaikan pekerjaan,” sambungnya.

Bahkan pelaksana proyek sedang bersiap berpindah ke area sekitar Dusun Lanrae, Desa Nepo dengan kegiatan yang sama, pengaspalan dan pembuatan trotoar beton.

Untuk keterlambatan perampungnya proyek, Dinas PU memastikan memberlakukan denda keterlambatan. “Tentunya rekanannya harus taat aturan Pemkab Barru yang telah ditentukan,” kunci Idham. (mrl/zuk)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jakarta Hujan, Lalu Lintas di Kuningan Padat Merayap
• 50 menit laluokezone.com
thumb
Lepas Kendali, Truk Molen Tabrak Pembatas Jalan di Jl Yos Sudarso Jakut
• 9 jam laludetik.com
thumb
Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Gandeng TNI-Polri Perkuat Disiplin Siswa
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
DPR Angkat Bicara soal Prabowo Sindir Bos BUMN Ndableg, Perusahaan Rugi tapi Tetap Minta Tantiem
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Jisung NCT Dipastikan Bintangi Drama Crash 2
• 50 menit laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.