BMKG: Waspada angin kencang hingga 40 km/jam di NTB

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kecepatan maksimum angin permukaan yang dapat mencapai 40 kilometer per jam di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Arah angin bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB Satria Topan Primadi di Mataram, Rabu.

Ia menjelaskan fenomena aliran angin permukaan yang bertiup kencang tersebut muncul dari hasil kombinasi dinamika atmosfer, seperti pembentukan pusat tekanan rendah dan Monsun Asia.

BMKG mengidentifikasi daerah pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah selatan perairan NTB. Pusat tekanan rendah tersebut mengubah aliran angin dan memperkuat tekanan udara di sekitarnya.

Baca juga: BMKG deteksi kemunculan pusat tekanan rendah di selatan NTB

Perbedaan tekanan antara daerah tinggi dengan daerah rendah yang kian menguat, kata dia, membuat angin bertiup kencang agar kedua daerah yang berbeda tekanan menjadi seimbang.

Selain itu terdapat pula fenomena penguatan Monsun Asia yang meningkatkan aliran massa udara dari Laut China Selatan menuju ke Indonesia bagian selatan. Aliran massa udara ini, menurutnya, memperkuat arah dan kecepatan angin permukaan yang bertiup di NTB.

"Tekanan udara di NTB hari ini sekitar 1.008 sampai 1.011 milibar," ucap Satria.

Baca juga: Rabu, BMKG prakirakan mayoritas kota besar hujan sedang hingga lebat

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai bahaya angin kencang karena bisa menyebabkan gelombang tinggi, pohon tumbang, dan membahayakan pengendara sepeda motor yang melintasi jalan terbuka, seperti jalur bypass yang menghubungkan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Tengah.

BMKG telah menerbitkan peringatan dini tentang gelombang tinggi yang dapat mencapai dua meter atau atau lebih di seluruh perairan NTB. Gelombang tinggi yang masuk kategori sedang tersebut berbahaya bagi perahu nelayan hingga kapal tongkang.

"Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, dimohon agar selalu waspada," ucap Satria Topan Primadi.

Baca juga: Anggota DPR ingatkan masyarakat terus waspadai cuaca ekstrem

Baca juga: BMKG: Waspada hujan ringan-sedang di sejumlah wilayah Sumut pada Rabu


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tiang Monorel Akan Dibongkar, Pramono: Anggaran Rp254 Juta Bukan Rp100 M
• 23 jam laluidntimes.com
thumb
Rencana Skema Baru Uni Eropa Lindungi Industri Otomotif dari Merek China
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Ketua Komisi II DPRD Pinrang Apresiasi Polres dalam Pengungkapan 3,2 Kg Sabu-sabu
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Samsung Galaxy S26 Segera Dirilis, Kameranya Berubah Drastis
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
6 Barang ini Bikin Sial Jika Disimpan di Dalam Rumah
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.