Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Mulai Garap Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA —PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) memulai proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW). 

Langkah itu dilakukan melalui seremoni kick-off meeting yang dilaksanakan pada Senin (12/1/2026). Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan. Proyek tersebut ditargetkan beroperasi secara penuh dengan jadwal commissioning operation date (COD) pada 2030.

Direktur Operasi Pertamina Geothermal Energy Ahmad Yani mengatakan kick off meeting ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh aspek proyek, baik dari sisi teknis, perizinan, pendanaan, maupun pengelolaan risiko. 

Menurutnya, pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia kini memasuki fase yang semakin krusial, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RUPTL periode 2025-2034. 

Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 ditetapkan sebagai bagian dari arah strategis pemerintah. Selain itu, proyek ini juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas. 

“Melalui pengembangan ini, PGE menegaskan komitmen kami dalam memperkuat kapasitas panas bumi nasional secara berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan listrik di Sumatera Selatan yang terus meningkat,” paparnya dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026). 

Baca Juga : Daya Tarik Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Awal 2026

Bergulirnya proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan kelanjutan dari proyek PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW yang telah beroperasi sejak Juni 2025 lalu. 

Capaian tersebut memperkuat langkah PGEO dalam mendekati target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan dan 1,8 GW pada 2033. 

Seiring dengan arah pengembangan tersebut, PGE telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri sebagai fondasi pengembangan jangka panjang.

Saat ini, PGEO mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi. Selain itu, entitas usaha Grup Pertamina itu tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, antara lain PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, serta beberapa proyek co-generation bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Greenland Tegaskan Setia pada Denmark Tolak AS
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Hotman Paris Minta Timothy Ronald Lapor Polisi Karena Dituding Penipuan Kripto: Masa Orang Mengajar Dibilang Penipuan
• 23 jam lalufajar.co.id
thumb
Perankan Buto Ijo, Pratito Wibowo Sulit Bernapas karena Kostum yang Berat
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bibit Siklon Tropis 91W Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo: Tim pertanian contoh kerja pemerintah yang membanggakan
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.