Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian investor adalah arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).
Melansir Antara, Rabu, 14 Januari 2026, pada pembukaan perdagangan IHSG menguat 58,75 poin atau 0,66 persen ke level 9.007,04. Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut naik 3,66 poin atau 0,42 persen ke posisi 882,53. IHSG berpotensi menguat terbatas Dari sisi teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan, meski dalam rentang terbatas.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.760-9.000," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya.
Level tersebut menjadi area krusial yang akan menentukan arah pergerakan IHSG selanjutnya dalam jangka pendek.
Baca juga: IHSG Hari Ini: Sentimen Domestik dan Global Pengaruhi Arah Pasar Data inflasi AS jadi sentimen global Dari pasar global, investor mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat. Data Consumer Price Index (CPI) AS tercatat tumbuh 0,3 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 2,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara itu, CPI inti (core CPI) terpantau stabil di level 2,6 persen (yoy).
Nico menilai stabilnya inflasi AS menjadi modal penting menjelang pertemuan The Fed pada 29 Januari 2026, yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan. Dinamika The Fed dan tekanan politik AS Selain data ekonomi, dinamika politik turut memengaruhi sentimen pasar. Untuk pertama kalinya, Ketua The Fed Jerome Powell secara terbuka merespons tekanan dari Presiden AS Donald Trump.
Powell menegaskan bahwa kebijakan suku bunga tidak didasarkan pada tekanan atau intimidasi politik, melainkan pada kebutuhan ekonomi Amerika Serikat.
Sikap tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai bank sentral di negara lain, yang memperkuat independensi The Fed di mata pelaku pasar global. Sentimen domestik Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari rencana pemerintah memperkuat kerangka ekonomi digital nasional.
Pemerintah berencana mengembangkan ekosistem semikonduktor melalui kerja sama dengan Inggris, termasuk pendanaan awal sebesar USD125 juta untuk kolaborasi dengan ARM.
Nico menilai pengembangan sektor semikonduktor menjadi langkah strategis, mengingat perannya sebagai fondasi bagi berbagai industri penting seperti elektronik, otomotif, Internet of Things (IoT), hingga pusat data.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)



