Trump Ancam Tindakan Keras Jika Iran Eksekusi Pengunjuk Rasa di Tengah Gelombang Protes

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan sangat keras apabila Iran benar-benar mengeksekusi para pengunjuk rasa yang saat ini terlibat dalam gelombang aksi protes di negara tersebut.

Ancaman itu disampaikan Donald Trump pada Selasa 13 Januari 2026 menyusul laporan rencana hukuman mati terhadap para demonstran.

Trump menyatakan Amerika Serikat siap bertindak jika laporan mengenai hukuman gantung terhadap pengunjuk rasa tersebut terbukti benar.

Ia mengaku belum mendengar secara langsung informasi terkait eksekusi tersebut, namun menegaskan bahwa jika Iran menggantung para pengunjuk rasa maka Amerika Serikat akan merespons dengan tindakan keras.

Dalam wawancara dengan CBS News, Trump menegaskan Amerika Serikat tidak akan tinggal diam menghadapi situasi tersebut.

Saat ditanya mengenai tujuan akhir kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran, Trump menyatakan secara tegas bahwa tujuan akhirnya adalah menang.

Pernyataan Trump dan Situasi di Iran

Pernyataan Trump tersebut disampaikan setelah ia dimintai klarifikasi terkait unggahan di media sosial Truth Social.

Dalam unggahan tersebut, Trump menuliskan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.

Ia menjelaskan bantuan yang dimaksud datang dalam berbagai bentuk, termasuk bantuan ekonomi.

Trump juga menyebut Amerika Serikat telah melumpuhkan kapasitas nuklir Iran.

Pernyataan itu merujuk pada serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun sebelumnya.

Trump menyoroti belum jelasnya jumlah korban tewas dalam aksi protes yang masih berlangsung di Iran.

Ia menyatakan belum ada pihak yang mampu memberikan angka pasti terkait jumlah korban jiwa.

Trump menekankan adanya perbedaan antara aksi protes dan tindakan pembunuhan massal.

Ia menegaskan bahwa jika ribuan orang dibunuh, maka konsekuensinya akan sangat berat bagi Iran.

Peringatan Keamanan dan Informasi Eksekusi

Media Fox News mengutip laporan organisasi non-pemerintah Iran yang berbasis di Amerika Serikat dan Norwegia terkait rencana eksekusi pengunjuk rasa.

Laporan tersebut menyebut keluarga seorang pengunjuk rasa bernama Erfan Soltani telah diberi tahu mengenai vonis hukuman mati.

Erfan Soltani diketahui berusia 26 tahun.

Eksekusi terhadap Erfan Soltani dijadwalkan berlangsung pada Rabu.

Kedutaan Besar virtual Amerika Serikat untuk Iran kemudian mengeluarkan peringatan keamanan pada Selasa 13 Januari 2026.

Kedutaan mengimbau seluruh warga negara Amerika Serikat agar segera meninggalkan Iran akibat meningkatnya ketegangan dan aksi unjuk rasa.

Warga Amerika Serikat diminta mempertimbangkan keluar melalui jalur darat menuju Turki atau Armenia jika dinilai aman.

Mereka juga diminta merencanakan keberangkatan tanpa mengandalkan bantuan pemerintah Amerika Serikat.

Kedutaan turut mengingatkan warga Amerika Serikat yang memiliki kewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Iran.

Warga dengan kewarganegaraan ganda diminta meninggalkan Iran menggunakan paspor Iran.

Pemerintah Iran diketahui tidak mengakui kewarganegaraan ganda.

Iran akan memperlakukan warga negara ganda semata-mata sebagai warga negara Iran.

Menunjukkan paspor Amerika Serikat dapat menjadi alasan penahanan oleh otoritas Iran.

Memperlihatkan hubungan dengan Amerika Serikat juga berisiko memicu penahanan.

Amerika Serikat dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatik resmi sejak April 1980.

Komunikasi antara kedua negara dilakukan secara tidak langsung.

Swiss bertindak sebagai negara perantara bagi Amerika Serikat.

Pakistan menjadi negara perantara komunikasi bagi Iran.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polres Pinrang Berhasil Putus Peredaran Narkoba, Amankan 3,2 Kg Sabu-sabu
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Jujur-jujuran Bung Binder soal Federico Barba: Terlalu Bagus untuk Persib Bandung
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Geledah Dua Direktorat di DJP Kemenkeu, KPK Sita Dokumen dan Uang
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got Usai Turun Transcare, Dishub Evaluasi Pelayanan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Suara Surabaya Memenangkan Adam Malik Awards 2026 Kategori Radio Terbaik
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.