Akhir Kisah Tiang Monorel Mangkrak, Pramono Anung Bongkar Warisan Proyek Transportasi Jakarta

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kisah panjang tiang monorel yang mangkrak puluhan tahun di Jalan HR Rasuna Said Jakarta akhirnya memasuki babak akhir setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai proses pembongkaran.

Tiang monorel yang berdiri di tengah jalan selama bertahun-tahun dinilai mengganggu keindahan kota sekaligus kenyamanan pengguna jalan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengambil langkah tegas untuk mengakhiri persoalan tiang monorel yang tak kunjung terselesaikan tersebut.

Proses pembongkaran disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo bersama mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso.

Pembongkaran dilakukan di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu 14 Januari 2026.

Pemerintah daerah berharap setelah pembongkaran dan penataan selesai, Jalan HR Rasuna Said tidak lagi identik dengan kemacetan.

Jalan protokol tersebut juga diharapkan menjadi lebih indah dan nyaman bagi masyarakat.

Langkah Hukum Pramono Akhiri Tiang Monorel

Pada Mei 2025, Pramono Anung pertama kali menyampaikan rencana pembongkaran tiang monorel kepada publik.

Pramono menilai keberadaan tiang monorel mangkrak sangat mengganggu wajah ibu kota.

Ia menyatakan keinginannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan hukum yang selama ini menghambat pembongkaran.

Pramono mengungkapkan adanya dorongan kuat untuk segera menuntaskan masalah tiang monorel tersebut.

Untuk mewujudkan rencana itu, Pramono menempuh berbagai langkah strategis.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah berkonsultasi dengan Kejaksaan Tinggi Jakarta.

Ia juga menjalin komunikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Upaya tersebut dilakukan guna memastikan seluruh proses pembongkaran berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Jejak Awal Proyek Monorel Era Sutiyoso

Pembangunan monorel Jakarta berawal dari gagasan Gubernur DKI Jakarta periode 1997 hingga 2007, Sutiyoso.

Sutiyoso memiliki keinginan kuat untuk mengurai kemacetan Jakarta yang kian parah pada awal tahun 2000-an.

Pada tahun 2003, Sutiyoso mengumpulkan para pakar transportasi dari berbagai universitas untuk menyusun konsep transportasi ibu kota.

Para pakar diminta merancang jaringan transportasi makro yang terintegrasi untuk Jakarta.

Sutiyoso juga melakukan studi banding ke sejumlah negara guna memperkaya konsep tersebut.

Salah satu kota yang menjadi rujukan adalah Bogota, ibu kota Kolombia, yang dinilai memiliki karakter perkotaan mirip dengan Jakarta.

Dari kajian tersebut dirancang sistem transportasi ibu kota dengan empat moda utama.

Moda pertama adalah MRT yang direncanakan berada di bawah tanah.

Moda kedua adalah monorel yang direncanakan melintas di atas jalan.

Moda ketiga adalah busway dengan 15 koridor.

Moda keempat adalah alternatif transportasi air yang dikenal dengan konsep waterway.

Seluruh moda transportasi tersebut dirancang agar saling terintegrasi.

Integrasi moda ditujukan untuk memudahkan mobilitas masyarakat Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Sutiyoso mengakui pada masa itu tidak mudah mendapatkan investor untuk proyek-proyek besar tersebut.

Kesulitan tersebut dipengaruhi kondisi sosial ekonomi pasca kerusuhan Mei 1998.

Kerusuhan Mei 1998 berdampak besar terhadap tingkat kepercayaan investor kepada Indonesia.

Meski demikian, Sutiyoso tetap meyakini rencana transportasi tersebut penting untuk jangka panjang.

Ia menilai jika proyek tidak pernah dimulai, maka persoalan kemacetan Jakarta tidak akan pernah menemukan solusi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bulan Baru Datang, Pesisir Jakarta Siap-Siap Diterjang Banjir Rob
• 23 jam lalumerahputih.com
thumb
11 Chef Terkenal Korea, Ada Choi Kang Rok Pemenang ‘Culinary Class Wars’!
• 7 jam lalutheasianparent.com
thumb
Melaju Kencang, Perdagangan Saham SIPD dan IFSH Disetop Sementara
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sektor Pariwisata Telah Lampaui Berbagai Target Sepanjang 2025
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gegara Inara Rusli, Ustaz Derry Sulaiman Soroti Pernyataan Janda Tidak Wajib Pakai Wali Nikah: Jangan Bodoh
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.