Bisnis.com, CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon mengklaim, realisasi produksi perikanan melampaui target yang telah ditetapkan, baik pada subsektor perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menyampaikan bahwa target produksi perikanan tangkap pada 2025 ditetapkan sebesar 5.090,40 ton. Namun, realisasi produksi yang tercatat hingga akhir tahun mencapai 7.894,71 ton.
Angka tersebut setara dengan 155,09% dari target yang direncanakan.
Menurut Elmi, capaian ini mencerminkan stabilitas aktivitas nelayan di wilayah pesisir Kota Cirebon, serta efektivitas dukungan program pemerintah pusat dan daerah. Kondisi cuaca yang relatif terkendali dan keberlanjutan aktivitas penangkapan turut menopang kinerja subsektor ini.
“Produksi perikanan tangkap terus menunjukkan tren peningkatan. Hal ini menjadi indikator bahwa sektor ini masih memiliki daya tahan yang kuat dalam menopang ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Elmi, Rabu (14/1/2026).
Selain perikanan tangkap, kinerja subsektor perikanan budidaya juga mencatatkan hasil di atas target. Pada 2025, DKP3 Kota Cirebon menetapkan target produksi perikanan budidaya sebesar 376,50 ton. Namun realisasi produksi tercatat mencapai 416,64 ton atau sekitar 110,66 persen dari target yang telah ditentukan.
Baca Juga
- Dedi Mulyadi Setop Izin Perumahan, Pengembang Properti di Cirebon Kelabakan
- Digaji Negara, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Justru Tunggak Pajak Kendaraan
- Cirebon Alami Fluktuasi Harga Telur Ayam Ras hingga 12,11%
Elmi menjelaskan, peningkatan produksi perikanan budidaya didorong oleh optimalisasi sarana produksi serta pendampingan teknis yang dilakukan secara berkelanjutan kepada para pembudidaya ikan. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga kualitas hasil budidaya.
Ia menambahkan, sektor perikanan tidak hanya berperan dalam menjaga ketersediaan pangan berbasis protein hewani, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan skala kecil.
Dari sisi fiskal daerah, kinerja sektor perikanan turut tercermin pada penerimaan retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kejawanan. Pada 2025, target retribusi TPI Kejawanan ditetapkan sebesar Rp1,39 miliar. Hingga akhir tahun, realisasi penerimaan mencapai Rp1,50 miliar atau sekitar 107,31 persen dari target.
“Dengan realisasi tersebut, terdapat surplus retribusi sekitar Rp102 juta dibandingkan target yang ditetapkan,” kata Elmi. Menurutnya, surplus ini menunjukkan tingginya aktivitas transaksi perikanan di TPI Kejawanan sepanjang tahun.
Menghadapi 2026, DKP3 Kota Cirebon berencana memperkuat pembinaan terhadap nelayan dan pembudidaya ikan guna menjaga keberlanjutan tren peningkatan produksi.
Pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan berbagai program pendukung, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan sarana prasarana perikanan.
Elmi menegaskan, sektor perikanan tetap menjadi salah satu pilar penting dalam struktur ekonomi Kota Cirebon. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan dukungan kebijakan yang konsisten, sektor ini diharapkan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.




