JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) bakal membangun jembatan jalur khusus pejalan kaki atau jembatan cincin donat di Sudirman, Jakarta Pusat.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat mengatakan, pedestarian deck akan menghubungkan empat kuadran di Sudirman dan Dukuh Atas yang saat ini tidak tersambung.
"Kami punya mandat dari Pak Gubernur (DKI Jakarta) dan Pak Wakil Gubernur untuk membangun pedestrian deck, di simpang Sudirman dan Dukuh Atas ini. Untuk menyatukan empat kuadran yang saat ini tidak tersambung," ujar Tuhiyat saat memberikan sambutan peresmian Tahilalats Station di Kompleks Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2025).
Baca juga: Rano Karno Resmikan Tahilalats Station di Stasiun MRT Dukuh Atas BNI
Ia menjelaskan, saat ini bagian Stasiun BNI City belum tersambung dengan Landmark Tower sehingga warga tidak bisa menyeberang secara langsung.
Kemudian, dari sisi Stasiun BNI City ke Jalan Tanjung Karang pun belum tersambung.
"Stuck. Ini coba kami atasi dengan cara membangun satu pedestrian deck untuk publik. Jadi bukan untuk kendaraan, tapi ini untuk ridership (pengguna layanan transportasi umum)," kata Tuhiyat.
"Insyaallah pertengahan tahun ini kita lakukan groundbreaking, Kami sudah berlangsung sekarang, desain kita percepat, kemudian soil test kita lakukan. Mudah-mudahan ini kita bisa lakukan di bulan Mei atau bulan enam kita lakukan groundbreaking," jelasnya.
Pelayanan Pelanggan MRT JakartaDalam penjelasannya, Tuhiyat juga mengungkapkan, MRT Jakarta saat ini melayani 127.000 pelanggan setiap hari.
Sehingga dalam satu tahun ada 46,5 juta pelanggan yang terlayani.
Salah satu titik pelayanan MRT Jakarta adalah Stasiun MRT Dukuh Atas.
"Di Stasiun Dukuh Atas ini ada lima moda transportasi minimal, yaitu MRT itu sendiri, kemudian ada KCI, kemudian ada LRT Jabodebek yang dihubungkan dengan jembatan penyeberangan multiguna yang kami bangun," tutur Tuhiyat.
"Kemudian ada Kereta Bandara, dan satu lagi TransJakarta. Konon infonya jika terjadi ada satu LRT lagi, Pak, nanti akan menembus ke sini, ke arah Jakarta. Jadi, harusnya ada enam jika ini terjadi," katanya.
Baca juga: Pembangunan Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas Ditargetkan Mulai 2026
Ia menambahkan, trafik pelanggan MRT Dukuh atas pun termasuk tinggi, yakni mencapai 70.000 pengguna.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud mengatakan, rencana pembangunan jembatan jalur khusus pejalan kaki di Sudirman tersebut merupakan upaya menciptakan konektivitas antar-transportasi publik di kawasan Dukuh Atas yang saat ini menjadi simpul pergerakan utama di Jakarta.
"Atas inisiatif Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Pusat juga, kami menginisiasi sebuah konsep interconnectivity antar-transportasi publik di kawasan Dukuh Atas berbentuk donat," katanya dalam Forum Jurnalis di Jakarta Pusat, Rabu (08/10/2025).
Jembatan tersebut nantinya disebut cincin donat yang menghubungkan empat kuadran, karena kawasan ini terpecah oleh Boulevard Sudirman dan Banjir Kanal Barat.
Konsep pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara MRT Jakarta dengan Urban Renaissance Agency (UR Agency) dari Jepang yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada April 2024.
Baca juga: MRT Jakarta Buka Kunjungan Gratis ke Lokasi Pembangunan Fase 2, Cek Syaratnya
Farchad menjelaskan, proyek pembangunan jembatan tersebut akan mengandalkan skema pembiayaan kreatif atau creative financing tanpa menggunakan dana pemerintah.
"Kita akan upayakan tanpa pendanaan pemerintah. Konsepnya sama seperti saat anak usaha kami membangun jembatan di Dukuh Atas," ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


