Dilema Pohon Randu Alas Raksasa Borobudur dan Persoalan Keselamatan Warga

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pohon randu alas raksasa di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang jadi polemik. Pohon yang diperkirakan usianya 200-300 tahun itu rencananya ditebang tetapi kemudian diurungkan.

Kepala Desa Tuksongo M Abdul Karim angkat bicara soal pohon randu alas di desanya ini.

"Kebetulan kami mempunyai pohon randu alas yang jadi ikon Tuksongo. Di situ kemarin sempat ramai sampai sekarang terkait penebangan pohon randu," kata Karim ditemui di kantornya, Rabu (14/1).

"Sebetulnya kami pemerintah desa dan masyarakat itu ya tidak ingin menebang. Harapannya pohon itu berdiri kokoh dan hidup," katanya.

Namun, menurut Karim kenyataannya pohon randu menurut pengamatan masyarakat sudah mati.

Karim mengatakan kulit batang kayu juga mengelupas. Hal ini tak pernah ditemui sebelumnya.

Sebelum warga menyepakati untuk menebang, pihaknya telah berupaya mendatangkan tim ahli dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengobati pohon. Proses dilaksanakan tetapi gagal.

"Berjalannya waktu, kian hari pohon itu makin rapuh ranting-rantingnya," jelasnya.

Beberapa kali kejadian ranting jatuh menimpa bangunan yang ada di sekitarnya.

Pohon dinilai membahayakan warga sekitar dan pengguna jalan mengingat pohon berada di samping jalan persis dan dekat dengan lapangan.

"Kami musyawarah dengan masyarakat mengambil sikap. Kemarin kita sudah bersurat ke PU dan DLH tapi mereka katanya bukan kewenangannya. Jadi mereka juga takut bahwasanya itu pohon yang berusia ratusan tahun takutnya dia menyalahi aturan. Di situ mereka hanya siap membantu manakala ada penebangan dari PU siap membantu alat-alatnya," katanya.

Saat pemangkasan juga dari dalam pohon tampak muncul ulat. Hal itu dikhawatirkan membuat ranting semakin rapuh. Padahal diameter rantingnya saja besar.

"Itu ranting diameter 2,5 meter kalau tidak salah," katanya.

Pohon Tak Jadi Ditebang

Warga telah menggelar selametan sebelum menebang pohon. Namun pada Senin lalu pohon tak jadi ditebang hanya dipangkas rantingnya saja.

Pohon randu ini di Borobudur bisa dibilang sebagai yang terbesar.

"Kemarin alat-alat penebangan belum mampu dan dipertimbangkan masih membahayakan warga yang berdekatan atau rumah hunian yang berdekatan. Akhirnya kita pending," bebernya.

Yang kedua, ada beberapa organisasi dari luar desa yang menginginkan pohon ini tidak ditebang. Informasi ini sampai ke Bupati Magelang. Lalu, penebangan diputuskan ditunda.

"Kebetulan berita tersebut sampai ke Bapak Bupati Kabupaten Magelang dan Bapak Bupati menyarankan ditunda dahulu. Mau dikaji ulang melalui tim-tim ahli dari Kabupaten Magelang," katanya.

Harapan Warga

Karim mengatakan tindak lanjut pohon ini apakah ditebang, pangkas rantingnya, atau tetap dibiarkan berdiri menunggu hasil kajian dari kabupaten.

"Harapan kami pohon tersebut kalau bisa diselamatkan. Tapi misalkan sudah tidak bisa ya kita harus segera ambil sikap. Karena kita utamakan keselamatan lingkungan, keamanan lingkungan," katanya.

Jangan sampai menurut Karim ketika sayang pada sesuatu tapi berdampak tak baik. Apalagi Tuksono sering dikunjungi wisatawan.

"Kok terjadi hal yang tidak diinginkan otomatis kan tetap beban ke desa lagi. Ada kejadian kalau orang luar kan hanya menyalahkan," katanya.

Karim mengaku dilema di satu sisi pohon randu sebagai ikon desanya. Namun di sisi lain keselamatan warga juga jadi yang utama.

"Bila mana nanti terjadi hal yang tidak diinginkan siapa yang bertanggung jawab," jelasnya.

Di sisi lain, dia mengaku senang pohon randu ini banyak perhatian dari pihak termasuk yang ingin mempertahankan. Tetapi jika pohon ini tetap dipertahankan dia ingin ada jaminan keamanan.

"Lembaga mana pun yang menyatakan bahwa pohon itu masih hidup, masih kokoh, itu memang harapan kami. Tetapi di situ saya selaku kepala desa minta pertanggungjawaban hitam di atas putih. Misalkan dia menyatakan pohon itu masih hidup atau kokoh bila mana suatu saat ada hal yang tak diinginkan kami kepala desa atau masyarakat tidak disalahkan," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Masuki Hari Keempat Diklat, Fisik dan Disiplin Calon Petugas Haji 2026 Dinilai Meningkat Signifikan
• 21 jam laluberitajatim.com
thumb
Rupiah Melemah, BI Pastikan Stabilitas Tetap Terjaga
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Warga Dukung One Way Jalan Raya Muchtar, tapi Takut Macet Pindah Tempat
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Iran Tangkap Kelompok Teroris Terkait Israel, Rencanakan Pembunuhan hingga Sabotase
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Suami Boiyen Bantah Lakukan Penipuan: Perjanjian Usaha Berbentuk Investasi
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.