GenPI.co - Korea Utara menuduh Korea Selatan menerbangkan drone mata-mata di wilayahnya.
Menurut militer Pyongyang, drone tersebut bergerak ke arah utara di atas wilayah perbatasan Ganghwa, Korea Selatan, sebelum akhirnya ditembak jatuh dekat Kota Kaesong.
Kantor berita pemerintah Korea Utara (KCNA) menyebut drone itu membawa peralatan pengawasan dan merekam target penting.
Foto yang dirilis KCNA menunjukkan puing-puing pesawat bersayap dengan komponen berwarna abu-abu dan biru.
KCNA menyebut jalur terbang drone membentuk pola persegi di atas Kaesong sebelum ditembak jatuh.
Namun, Korea Selatan mengatakan tidak memiliki catatan penerbangan drone tersebut.
"Drone dalam foto itu bukan model militer kami," kata Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back, dilansir AFP, Selasa (13/1).
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengumumkan akan menggelar pertemuan keamanan nasional dan menyelidiki kemungkinan keterlibatan warga sipil.
Menurut Lee, hal itu merupakan kejahatan serius yang mengancam perdamaian di Semenanjung Korea dan keamanan nasional.
Analis di Institut Unifikasi Nasional Korea Hong Min menilai drone tersebut kemungkinan merupakan model murah yang dijual secara komersial, bukan drone militer Seoul.
Menurut Hong Min, militer Korea Selatan sudah memiliki drone yang mampu mengirimkan siaran langsung beresolusi tinggi.
"Menggunakan drone usang yang harus mengambil kartu memori secara fisik hanya untuk merekam atap pabrik yang sudah jelas terlihat satelit, tidak masuk akal secara militer," katanya. (*)
Lihat video seru ini:



