Waspada, Sepuluh Kabupaten di NTT Berpotensi Dilanda Angin Kencang

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Selama beberapa hari ke depan, sebanyak sepuluh kabupaten di NTT berpotensi dilanda angin kencang dengan kecepatan hingga 35 knot atau 64,8 kilometer per jam.

Pada Rabu (14/1/2026) pagi, hujan mengguyur Kota Kupang dan hampir semua wilayah di daratan Pulau Timor. Pada Rabu siang, intensitas hujan mereda, tetapi awan hitam yang masih menggantung menjadi pertanda potensi hujan beberapa jam ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Stasiun Nenot'ek dalam laporannya menyebut, angin kencang diperkirakan mulai terjadi sejak Rabu ini. Daerah di NTT yang berpotensi terdampak adalah Manggarai Barat, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Sabu Raijua.

Keesokan harinya atau Kamis (15/1), angin kencang berpotensi meluas ke Manggarai, Nagekeo, dan Alor. Selanjutnya, pada Jumat (16/1) mendatang, potensi angin kencang meluas ke Rote Ndao. Artinya, dalam beberapa hari ke depan, sebanyak sepuluh kabupaten di NTT berpotensi terdampak angin kencang.

Sti memaparkan, saat ini, angin Monsun Asia menguat sehingga menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT cukup tinggi. Secara periodik, angin Monsun Asia bertiup dari Asia ke Australia mulai Oktober hingga April.

Faktor lain yang ikut memicu angin kencang adalah munculnya pusat tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan di utara Australia. Dampaknya, terjadi belokan, perlambatan, dan pertemuan angin di wilayah NTT. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dalam durasi singkat pun berpotensi terjadi.

Baca JugaCuaca Buruk di Labuan Bajo, Kapal Wisata Berhenti Beroperasi

Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang juga mengeluarkan peringatan dini terkait angin kencang dan gelombang tinggi. Dalam laporan itu disebut, pola angin umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 8-35 knot atau 14,8-64,8 kilometer per jam.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape, perairan di Pulau Flores, Selat Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Selat Sumba, perairan selatan Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Sabu Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang hingga Rote, Selat Pukuafu, dan perairan selatan Timor.

"Waspada terhadap awan Cumulonimbus (awan gelap seperti bunga kol) yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba," tulis prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Caesar Pratama, dalam laporan itu.

Laporan itu juga menyatakan, tinggi gelombang yang menerjang wilayah perairan itu diperkirakan mencapai 3 meter. Namun, tinggi gelombang di laut bisa dua kali lipat dari prakiraan. Oleh karena itu, operator kapal diminta tidak memaksakan berlayar ketika cuaca buruk.

Baca JugaBencana Bayangi Warga di Hulu hingga Hilir Jambi

Sebelumnya diberitakan, hujan disertai angin kencang juga menerjang destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Selasa (13/1) kemarin. Demi keselamatan, aktivitas wisata yang menggunakan kapal laut untuk sementara dihentikan selama empat hari.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo, Stephanus Rudiyanto, mengatakan, larangan berlayar itu berlaku untuk kapal wisata maupun speedboat. Larangan berlaku hingga 15 Januari atau hingga kondisi cuaca membaik.

Oleh karena itu, para nakhoda diingatkan agar mengatur tempat labuh kapal serta tempat perlindungan dari gelombang tinggi dan arus kencang. Nakhoda juga diingatkan menghubungi syahbandar atau tim SAR jika kondisi cuaca kian memburuk.

Sejumlah warga di daerah berpotensi terdampak angin kencang pun mulai siaga. "Sejak awal musim barat, kami sudah siap. Memang tidak lama, tapi angin berat itu merusak. Angin kencang sekali," kata Thomas Tolan (56), warga Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur.

Sementara itu, Gubenur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT serta dinas terkait untuk siaga. Pos komando bencana hidrometeorologi juga sudah dibangun untuk pusat koordinasi penanganan bencana.

Waspada terhadap awan Cumulonimbus (awan gelap seperti bunga kol) yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba

Serial Artikel

Mengapa Kapal Wisata yang Tenggelam di Labuan Bajo Terus Berulang?

Keselamatan wisatawan harus jadi prioritas. Kecelakaan berulang dapat mencoreng nama destinasi superprioritas.

Baca Artikel


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kronologi Kasus Investasi Sateman, Suami Boiyen Klaim Berkali-kali Coba Hubungi Pelapor Namun Tak Direspon
• 2 jam lalugrid.id
thumb
IHSG Hari Ini Berpotensi Melanjutkan Penguatan, Simak Analisa Enam Saham Berikut
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Top 3 Bola 14 Januari 2026: Bung Binder Soroti Persib Bandung, John Herdman Terpikat Rizky Ridho, hingga MU Rugi Besar
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Michael Carrick Ditunjuk Latih MU hingga Akhir Musim: Ini Sebuah Kehormatan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Tiang Monorel Mulai Dibongkar Rabu Pagi, Lalu Lintas Rasuna Said Tetap Dibuka
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.