Heru Subagia: Waktu yang Akan Membuktikan, Eggy Sudjana Terafiliasi Bohir atau Tidak

fajar.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Kagama Cirebon Raya, Heru Subagia, kembali meluapkan penyesalannya terhadap Eggy Sudjana terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Jokowi.

Ia bahkan mengatakan bahwa Eggy layak dijadikan musuh bersama karena dianggap tidak konsisten dan berbalik arah dalam perjuangan yang selama ini digaungkan.

Heru mengungkapkan, langkah Eggy Sudjana yang memohon audiensi ke Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya tidak lepas dari bantuan sejumlah pihak.

Salah satunya kelompok Relagama, yang diketahui berisi tim pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

“Ketika Eggy Sudjana memohon audiensi ke Fakultas Kehutanan UGM, itu dibantu teman-teman yang tergabung dalam kelompok Relagama,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Rabu (14/1/2026).

Namun, ia mengaku heran dengan perkembangan terbaru. Bagi Heru, justru Eggy yang sebelumnya menjadi inisiator menggeruduk UGM, kini terlihat berbalik arah dengan mendatangi Solo dan bertemu Jokowi.

“Saya tidak tahu siapa yang sebenarnya menjadi aktor intelektual di balik kegaduhan yang melibatkan UGM. Faktanya, justru Eggy Sudjana yang menjadi inisiator menggeruduk UGM, justru sekarang berbalik arah ke Solo,” tegasnya.

Lanjut Heru, apa pun alasan dan pembelaan yang disampaikan Eggy saat ini, manuver tersebut menunjukkan pola gerak yang tidak sederhana.

Ia bahkan menyebut langkah Eggy berada dalam koridor yang sangat canggih dan patut ditelusuri lebih jauh.

“Apapun cerita dan pembelaan saat ini, menunjukkan Eggy Sudjana bermain dalam koridor yang sangat canggih dan perlu ditelusuri,” terangnya.

Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa fokus utama seharusnya tetap pada penuntasan isu ijazah Jokowi.

Namun dengan berbagai manuver yang terjadi, ia justru menilai Eggy Sudjana sebagai pihak yang layak dipertanyakan komitmennya.

“Seharusnya, kita yang selama ini konsen dengan ijazah Jokowi harus dituntaskan, pada akhirnya kita bisa menyebut bahwa Eggy Sudjana yang sebenarnya harus dijadikan musuh bersama,” imbuhnya.

Menurut Heru, tidak terlihat adanya konsistensi serta tanggung jawab moral, etika, dan hukum dalam sikap Eggy belakangan ini.

“Dengan menganalisa berbagai pertimbangan dan manuver saat ini, tidak ada konsistensi dan tanggung jawab moral, etika, dan hukum itu sendiri,” bebernya.

Karena itu, ia menekankan bahwa kegaduhan yang terjadi justru mengarah pada skenario besar yang dimainkan Eggy sendiri.

“Sehingga bisa dikatakan kegaduhan polemik ijazah Jokowi sebenarnya ada dalam skenario besar Eggy Sudjana,” jelasnya.

Heru bilang, tidak tertutup kemungkinan adanya afiliasi kepentingan besar di balik langkah-langkah Eggy Sudjana.

“Kita tidak tahu, apakah Eggy Sudjana terafiliasi dengan bohir atau bandar, atau bahkan elite politik maupun penguasa, waktu yang akan membuktikan,” kuncinya.

(Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Perikanan Bertumpu pada Nelayan, tapi Perlindungan Kerja Belum Memadai
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
John Herdman Buka Peluang Tambah Pemain Naturalisasi untuk Timnas: Butuh Pemain Liga Top Dunia
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Cegah Ketimpangan, Legislator Golkar Desak Kemensos Perluas Lokasi Sekolah Rakyat di Seluruh Papua
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Pemerintah China Respons Tarif 25 Persen Trump: Perang Dagang Tak Ada Pemenang
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tiang Monorel Akan Dibongkar, Pramono: Anggaran Rp254 Juta Bukan Rp100 M
• 23 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.