JAKARTA, DISWAY.ID -- Bobotoh dan Bonek menjadi alasan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso alias Bang Yos membangun Monorel di kawasan Senayan yang kini mangkrak.
Bang Yos mengungkapkan, salah satu alasan dibangunnya transportasi rel tunggal rute Senayan, agar suporter Persib Bandung (Bobotoh) dan suporter Persebaya Surabaya (Bonek) tidak melalui jalan raya saat bertandang ke Jakarta.
Rencananya meraka akan dialihkan menggunakan transportasi tersebut untuk menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Kawasan Senayan.
BACA JUGA:Bukan Rp100 Miliar, Pramono Ungkap Rincian Biaya Bongkar Tiang Monorel
BACA JUGA:Sutiyoso Lega Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Dibongkar: Lewat Sini Nggak Sakit Mata Lagi
Dengan begitu keberadaan Bonek dan Bobotoh tidak membuat macet kawasan Senayan, saat Persib atau Persebaya bertanding melawan Persija di SUGBK.
Pernyataan ini diungkapkan Bang Yos saat menghadiri pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Rabu, 14 Januari 2026.
"Supaya Anda tahu kenapa kok minta rute Senayan, supaya nanti kalau Bobotoh dari Bandung datang, Bonek dari Surabaya datang, dari stadion tidak darat dia langsung monorel ke sana gitu," kata Sutiyoso di lokasi.
Di sisi lain Bang Yos menceritakan awal mula dirinya menggagas pembangunan Monorel hingga berujung mangkrak.
Bang Yos menuturkan, awalnya pada tahun 2003 dirinya memikirkan bagaimana cara menanggulangi kemacetan Jakarta.
BACA JUGA:Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Disaksikan Sutiyoso, Pramono: Jakarta Sedang Menata Diri
BACA JUGA:Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 14 Januari 2026, Cek Lokasi Perpanjangannya
Setelah berdiskusi dengan sejumlah pakar transportasi Bang Yos disarankan agar membangun jaringan transportasi makro supaya masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Akhirnya Bang Yos memutuskan akan membangun empat moda transportasi dalam jangka panjang yakni MRT, Monorel, Busway (Transjakarta), dan Waterway.
"Ini dirancang secara terintegrasi, jalurnya ada masing-masing tetapi terintegrasi sehingga rakyat Jakarta dan sekitarnya dari titik mana mau ke mana pasti dapat transportasi makro," terangnya.
- 1
- 2
- 3
- »



