Dampak serius kasus hukum, Inara Rusli alami kerugian besar dan tekanan mental

brilio.net
6 jam lalu
Cover Berita

Perselisihan hukum yang tak kunjung usai ternyata memberikan dampak nyata bagi roda ekonomi dan kesehatan mental Inara Rusli. Selain harus menyisihkan waktu untuk bolak-balik ke kantor polisi, mantan istri Virgoun ini juga harus menghadapi kenyataan pahit karena banyak pekerjaan yang terbengkalai.

Daru Quthny, selaku kuasa hukum Inara, membeberkan bahwa kerugian materi yang dialami kliennya terbilang besar. Hal ini terjadi karena banyak kontrak kerja yang terpaksa tertahan hingga masalah hukumnya menemui titik terang.

BACA JUGA :
Alasan Inara Rusli bertahan dengan Insanul Fahmi meski terseret polemik jadi istri kedua


"Udah pasti jumlahnya kami tidak tahu, tapi dipastikan kerugiannya cukup lumayan, karena kan banyak kontrak-kontrak yang akhirnya tidak bisa dijalankan," ujar Daru Quthny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (13/1) sebagaimana dikutip brilio.net dari Liputan6, Rabu (14/1).

Walaupun beberapa bisnis kecil miliknya masih berusaha tetap jalan, sebagian besar pekerjaan lainnya terpaksa ditunda. Hampir seluruh kontrak kerja Inara tidak bisa dieksekusi selama proses hukum ini berlangsung.

"Ya mungkin satu dua satu dua, masih aja gitu lho. Tapi sebagian besar hampir 90% lebih itu sementara menunggu perkara ini selesai. Seperti itu," tambah Daru.

BACA JUGA :
Usai pertemuan keluarga dan saran tokoh agama, Inara Rusli cabut laporan terhadap Insanul Fahmi

Di tengah hambatan finansial tersebut, sempat muncul rumor soal boikot dari beberapa stasiun televisi. Terkait hal ini, tim pengacara mengaku belum mendapatkan kabar resmi mengenai isu yang sempat ramai di media sosial itu.

"Nah hal itu kami sebagai kuasa hukum belum dapat klarifikasi apapun tuh. Belum dapat berita apapun mengenai hal tersebut," kata Daru.

Kondisi Mental Inara

Selain urusan dompet yang terganggu, kondisi psikologis Inara Rusli juga menjadi perhatian publik, apalagi ditambah dengan banyaknya hujatan yang datang. Sebagai seorang perempuan dan ibu, tekanan dari berbagai arah tentu sangat berat untuk dipikul sendirian.

"Kondisi mentalnya seperti apa? Dipastikan ya kalau untuk mental, pasti Inara pasti kena lah. Gak mungkin nggak, karena biar gimanapun kan dia seorang wanita. Nggak mungkin juga dia nggak kena mentalnya," jelas sang pengacara.

Memilih untuk Menenangkan Diri

Alasan kesehatan mental itulah yang membuat pihak Inara kini lebih selektif dalam memberikan pernyataan. Langkah ini diambil agar situasi tidak semakin memanas akibat omongan yang berlebihan di media.

"Ya untuk saat ini pertimbangannya adalah bahwa kita meredam dulu ada hal-hal atau pihak-pihak yang nanti membuat kisruh. Jadi sementara kami dari kuasa hukum tidak banyak memberikan statement apapun, karena supaya ini berjalan sesuai dengan yang diinginkan oleh Inara," ungkapnya.

Sempat Terkendala Kondisi Kesehatan

Kehadiran Inara dan tim pengacara ke Polda Metro Jaya sebenarnya bertujuan untuk menindaklanjuti upaya restorative justice terkait laporan Wardatina Mawa. Pertemuan ini semula dijadwalkan pada hari Senin, namun terpaksa diundur.

"Untuk hari ini, memang kondisinya kemarin itu sebetulnya harusnya Senin, tapi lagi kurang enak badan. Jadi ya saya nggak tahulah kalau memang keinginan seperti itu," tutup Daru Quthny.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mendes Yandri: Jika Desa Tak Diurus, Bahaya untuk Negara
• 9 jam laludetik.com
thumb
Arti Bersin Menurut Medis, Primbon Jawa, dan Pandangan Islam
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kecelakaan Bus Tabrak Motor di Jalan Wates-Purworejo, Pelajar asal Kulonprogo Tewas
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Persis Solo Evaluasi Performa Buruk Paruh Pertama
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Smelter Terancam Kekurangan Bahan Baku, Impor Bijih Jadi Opsi
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.