JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Neger ugiono mengaku gugup saat berpidato di depan dua mantan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dan Alwi Shihab, dalam kegiatan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 pada Rabu (13/1/2026).
Pengakuan ini disampaikan Sugiono setelah sempat terselip lidah saat menyebut kata 'perlindungan' dalam pidatonya.
"Bapak dan Ibu yang saya hormati, ketahanan nasional juga harus didukung dan diukur dari seberapa jauh negara hadir untuk melindungi warganya. Pelindungan, pelindungin, perlindungan warga negara Indonesia,"ucap Sugiono, Rabu.
Baca juga: Menlu Sugiono: Program MBG adalah Kesadaran Politik Negara
Sugiono lalu menghentikan pidatonya dan menyampaikan permohonan maaf kepada hadirin.
"Maaf, ini PPTM saya yang kedua (setelah menjadi menteri), tapi tetap saja saya merasa nervous, apalagi ada senior-senior Menteri Luar Negeri di depan saya," kata Sugiono sambil tersenyum.
Setelah itu, Sugiono melanjutkan pidatonya.
Dia menyebutkan, warga negara Indonesia (WNI) tetap menjadi pilar utama diplomasi yang sejalan dengan amanat konstitusi.
Baca juga: Undang Para Mantan Menlu, Sugiono: Saya Jaga Kemenlu Ini Tetap Hangat
"Dan sepanjang tahun 2025, Indonesia telah memulangkan 27.768 warga negara Indonesia dari berbagai situasi krisis," ungkap Sugiono yang disambut tepuk tangan meriah.
Pemulangan ribuan WNI tersebut dilakukan dari berbagai situasi, mulai dari konflik bersenjata hingga kejahatan transnasional seperti penipuan daring dan judi daring.
"Untuk itu, saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya yang setinggi-tingginya kepada semua perwakilan Indonesia di luar negeri yang selama ini terlibat langsung dalam upaya pembebasan warga negara Indonesia," kata dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang