Jakarta, VIVA – Awal tahun adalah momen yang sangat penting untuk setiap individu, terutama untuk resolusi-resolusi yang baru.
Namun, yang tidak kalah penting dan tidak boleh diabaikan, kembali melakukan evaluasi dan mengelola keuangan kembali dengan lebih baik, efektif, dan efisien.
Laporan terbaru mengenai data pengeluaran per kapita di Indonesia pada 2024, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), memperlihatkan bahwa pengeluaran rata-rata bulanan per individu dikelompokkan menjadi dua kategori utama, yakni pengeluaran untuk Makanan dan pengeluaran untuk Bukan Makanan.
Provinsi DKI Jakarta menduduki peringkat teratas dengan rata-rata pengeluaran total per kapita tertinggi, mencapai Rp2.794.485 per bulan.
Tingginya angka di ibu kota ini sebagian besar didorong oleh tingginya pengeluaran untuk kategori Bukan Makanan sebesar Rp1.686.257, yang mengindikasikan mahalnya biaya untuk kebutuhan selain makanan seperti tempat tinggal dan transportasi.
Hal inilah yang menjadi pendorong untuk kita agar mampu mengelola keuangan dengan matang.
Penataan ulang keuangan tentunya sangat perlu dilakukan, sehingga dapat menggunakan pendapatan yang kita terima setiap bulannya dengan lebih efektif dan efisien.
Bank Neo Commerce memberikan beberapa tips mengelola keuangan di momen awal 2026:
1. Meninjau pendapatan dan pengeluaran selama satu tahun sebelumnya
Hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum melakukan perencanaan keuangan adalah meninjau dan mengevaluasi pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan selama satu tahun sebelumnya.
Dengan melakukan evaluasi, kita dapat mengetahui pengeluaran-pengeluaran kurang penting yang perlu ditiadakan di tahun ini.
Melakukan peninjauan seperti itu, membantu kita untuk memiliki gambaran yang jelas atas kondisi keuangan kita, yang dapat membantu dalam membuat rencana keuangan yang lebih efektif dan efisien untuk setahun ke depan.
2. Membuat anggaran bulanan yang baru
Setelah melakukan peninjauan menyeluruh, kini saatnya kita membuat anggaran bulanan yang baru.
Setelah melakukan evaluasi pengeluaran, kita dapat mengetahui dengan jelas pos-pos pengeluaran kita, mana yang rutin dan wajib, mana yang kurang penting.
Pengeluaran yang kurang penting kita dapat tiadakan di anggaran bulanan yang baru.
Prioritas utama pada anggaran bulanan harus mencakup seluruh hal-hal penting dan rutin, seperti tagihan listrik, air, internet, uang sewa rumah (jika mengontrak), dan uang biaya sekolah anak.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468588/original/099662700_1767959565-Gubernur_Jateng_Ahmad_Lutfhi_resmikan_taman_dan_monumen_RM_Bambang_Soeprapto__2_.jpeg)


