JAKARTA, DISWAY.ID -- Seorang pedagang cilok di kawasan Basmol, Kembangan Utara, Jakarta Barat, dianiaya oleh rekan sejawatnya hingga berlumur darah pada Selasa, 13 Januari 2026.
Salah seorang warga setempat, Sri Mami bilang, penusukan itu diduga dipicu dendam lama antara korban dan pelaku. Seperti masalah internal yang sepele.
BACA JUGA:Sutiyoso Beberkan Awal Mula Pembangunan Monorel hingga Mangkrak
BACA JUGA:Kasus Pembunuhan Wanita di TPU Jakasampurna Terungkap, Motifnya Perkara Utang
Perempuan itu mengungkapkan bahwa korban dan terduga pelaku disebut sudah terlibat pertengkaran sejak sehari sebelumnya.
"Katanya sih udah dari kemaren ada dendam, berantem apa gimana. Tapi dari kemarin udah ribut," tutur Sri Mami saat ditemui di lapangan, Selasa.
Peristiwa penusukan itu terjadi pada waktu subuh. Warga sempat dikejutkan dengan kondisi korban yang telah bersimbah darah di dalam rumah kontrakan.
"Saya cuma liat ada darah, saya kira kan selimut, gataunya darah sampai ke kaki lsg dimasukkan ambulan," ujarnya.
Di lain sisi, Ketua RT 04 RW 06, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, Haris, menduga bahwa konflik tersebut dilatarbelakangi oleh hal sepele.
BACA JUGA:Bobotoh dan Bonek Jadi Alasan Bang Yos Bangun Monorel Mangkrak di Senayan
Sebab, kata Haris, pelaku merasa risih dengan ulah korban yang sering menyenggol kakinya ketika sedang tidur (jam istirahat).
"(Kaki korban) nyenggol (kaki pelaku) ya mungkin terasa risih dah gitu. Nah, dia lihat tuh katanya jam 3 malam adu fisik," ujar Haris, Selasa, 13 Januari 2026.
Selepas kejadian adu fisik, pelaku menghampiri rumah Ketua RT dengan tujuan ingin melapor dan bertanya perihal tata cara melakukan visum.
Namun, naluri Haris sebagai RT ditunjukkan. Ia mencoba menenangkan pelaku sambil berusaha membujuk agar berdamai dengan korban.
"Sempat dia lapor ke saya. 'Pak RT, Saya dikebukin sama temen saya'. Terus saya tanya. Tujuan kamu ngapain? Saya mau lapor. Dia bilang mau pisum, dia bilang gitu. Terus mau lapor ke polsek," urainya.
- 1
- 2
- 3
- »



