Dalam tausiyah ini, kita diajak memahami perbedaan antara iri yang dibolehkan dalam Islam dan dengki (hasad) yang dilarang.
Tidak semua rasa ingin seperti orang lain itu salah. Islam membolehkan kita merasa iri kepada orang yang memiliki kelebihan dalam kebaikan, seperti rajin ibadah, gemar bersedekah, atau tekun menuntut ilmu.
Iri dalam hal ini justru menjadi motivasi untuk ikut berbuat baik, bukan untuk menjatuhkan.
Namun, yang menjadi masalah adalah ketika iri berubah menjadi dengki, yaitu perasaan tidak suka melihat orang lain mendapatkan nikmat dan berharap nikmat itu hilang darinya.
Dengki bukan hanya merusak hubungan dengan sesama, tetapi juga perlahan menghancurkan ketenangan hati sendiri.
Hati menjadi sempit, pikiran dipenuhi prasangka, dan hidup terasa berat.
Dalam ceramah ini juga dijelaskan dampak buruk dengki, seperti:
Merusak hati dan jiwa
Menghancurkan hubungan dengan orang lain
Mengundang kebencian dan kemarahan
Menghalangi datangnya kebaikan dalam hidup
Sebagai gantinya, kita diajak untuk menumbuhkan qana’ah (menerima) dan rasa syukur.
Dengan qana’ah, kita belajar menerima ketentuan Allah dengan lapang dada. Dengan syukur, kita belajar melihat betapa banyak nikmat yang telah kita miliki.
Ketika qana’ah dan syukur tumbuh, dengki pun perlahan hilang, dan hati menjadi lebih tenang, bersih, serta damai.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Penulis : Mukhammad-Rengga-
Sumber : Kompas TV
- kalam hati
- kalam hati kompas tv
- kajian islami
- ceramah agama
- kultum





