Dapat Teror Usai Kritik soal Bencana Sumatra, 2 Aktivis Ngadu ke Bareskrim

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Dua aktivis digital Yansen dan Iqbal Damanik telah mengadukan kasus dugaan tindak pidana ancaman dan teror ke Bareskrim Polri.

Dua aktivis itu didampingi oleh Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) saat mengadukan tindakan teror tersebut ke kepolisian.

Kuasa Hukum TAUD, Alif Fauzi menyampaikan teror itu diduga buntut dari tindakan dua aktivis yang kerap menyuarakan soal bencana banjir dan longsor di Sumatra.

Dia memandang bahwa teror ini memiliki pola yang sama seperti kasus dugaan teror terhadap media nasional Tempo yang terjadi tahun lalu.

"Yang mana ini sangat erat kaitannya dengan kegiatan aktivisme mereka di ruang digital, yaitu dengan menyuarakan soal bencana banjir Sumatra yang terjadi di akhir tahun lalu," ujar Alif di Bareskrim Polri, Rabu (14/1/2026).

Kemudian, korban teror Yansen menjelaskan bahwa dirinya mengalami ancaman teror pada (20/12/2025). Kala itu, dia mendapatkan ancaman agar menghapus konten soal bencana banjir Sumatra.

Baca Juga

  • Bareskrim Terjunkan Tim untuk Selidiki Tambang Ilegal di Sumbar
  • Bareskrim Tetapkan 744 Tersangka dari 664 Kasus Judi Online Sepanjang 2025
  • Bareskrim Ungkap Peran 5 Tersangka Judol, Ada yang Pura-pura jadi Bos Perusahaan Fiktif

Ancaman itu berupa peretasan terhadap SIM Card milik Yansen dan keluarganya. Alhasil, dia tidak bisa melakukan telepon sama sekali.

Selanjutnya, upaya peretasan dilakukan terhadap sosial media miliknya, mengalami penyebaran data pribadi hingga pengeditan tidak senonoh terhadap keluarganya dan diancam disebarluaskan.

"Dan dia mengancam saya, karena lo nggak mau hapus, gue sebarin. Dan itu disebarin sama dia di grup-grup sekolah, grup-grup segala macam," tutur Yansen.

Sementara itu, Iqbal mengaku menjadi korban ancaman melalui pesan media sosial hingga mendapati bangkai hewan yang dikirim ke rumahnya dari orang tidak dikenal.

Sama seperti Yansen, pengancam mendesak agar Iqbal menghapus dan berhenti mengkritisi kinerja pemerintah dalam penanganan bencana di Sumatra.

"Jadi memang pesan ini secara jelas diberikan kepada saya untuk berhenti melakukan kritik-kritik, terutama untuk kebencanaan Sumatera dan lingkungan hidup di Indonesia," tutur Iqbal.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Biodata Member BTS Lengkap dengan Agamanya, Gelar Tur Dunia!
• 9 jam lalutheasianparent.com
thumb
20+ Ucapan untuk Orang Meninggal: Islami, Kristen, dan Formal
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pengin Main Film Lagi, Catherine Wilson Kangen Adrenalin Naik
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Daya Beli 2025 Turun 17-20 Persen, Said Didu: Apa yang Bisa Dibanggakan?
• 7 jam lalufajar.co.id
thumb
Bukan Semata Demi Ketenaran? Dedi Mulyadi Ungkap Program Populis Gagasannya Demi Layani Rakyat
• 15 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.