Pemerintah Siapkan Dana hingga Rp16,8 Triliun Hidupkan Industri Semikonduktor

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah berencana menggelontorkan pendanaan awal senilai US$120 juta hingga US$250 juta, dengan potensi komitmen investasi mencapai US$1 miliar atau setara Rp16,8 triliun (kurs JISDOR 14 Januari 2025 senilai Rp16.871 per dolar AS), untuk membangun dan menghidupkan industri semikonduktordi Tanah Air.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa langkah ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat struktur industri elektronik nasional yang dinilai masih memiliki celah kerentanan tinggi terutama ketika terjadi perang tarif seperti yang dilakukan Amerika Serikat (AS) lewat tarif resiprokal.

"Indonesia akan mengembangkan economic semiconductors dan pemerintah akan menyediakan dananya. Itu akan dimulai dari US$120 juta atau US$250 juta dan bisa diinvestasikan hingga US$1 miliar," ujar Airlangga dalam IBC Business Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga : RI Jajaki Kerja Sama dengan Inggris Bangun Ekosistem Semikonduktor

Mantan menteri perindustrian itu menjelaskan bahwa inisiatif ini diambil sebagai langkah defensif strategis di tengah perang tarif dan ketidakpastian ekonomi global yang meningkat. Kendati demikian, dia tidak menjelaskan bentuk pendanaan yang akan dilakukan, apakah lewat Danantara atau skema investasi lain.

Airlangga hanya menekankan bahwa sektor elektronik, yang menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia, merupakan sektor kedua yang paling rentan terdampak perang tarif global dan gangguan rantai pasok, setelah tekstil.

Menambal Rantai Pasok yang 'Bolong'

Airlangga mengakui bahwa struktur industri elektronik di Indonesia saat ini belum sepenuhnya terintegrasi. Ketergantungan impor pada komponen inti seperti semikonduktor membuat nilai tambah industri ini belum optimal.

"Elektronik kita banyak diekspor ke berbagai negara, namun salah satu yang paling diperlukan adalah semikonduktor. Dan semikonduktor ini Indonesia 'agak bolong'," ungkapnya.

Baca Juga : Prabowo Dorong Industri Chip Semikonduktor untuk Otomotif dan Elektronik

Oleh karena itu, sambungnya, pemerintah memprioritaskan investasi di sektor ini untuk menutup celah tersebut. Dengan menghidupkan kembali kemampuan produksi semikonduktor domestik, Indonesia berharap dapat membangun resiliensi rantai pasok yang lebih kuat.

"Ini menjadi prioritas agar kita bisa defensif terhadap perang tarif yang ada sekarang," tegas Airlangga.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Purbaya Bongkar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Ada Indikasi Ordal Terlibat
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
6 Ide Bisnis Modal Kecil yang Belum Banyak Pesaing di Tahun 2026
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Pujian Bojan Hodak kepada Bobotoh saat Lawan Persija: Tidak Ada Flare Selama 90 Menit
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Bhayangkara FC Fokus Benahi Kekompakan Tim, Seusai Dihancurkan PSBS Biak
• 14 jam lalugenpi.co
thumb
Kemenkes Identifikasi 62 Kasus Superflu di Indonesia
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.