Jejak Hidayah Choi Daehwan, Mahasiswa Korea yang Menemukan Islam di Bekasi

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI — Suara azan yang semula hanya terdengar asing di telinga Choi Daehwan perlahan berubah menjadi panggilan yang menenangkan hatinya. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam As-Syafi’iyah (FEB UIA) itu kini resmi memeluk Islam, setelah melalui perjalanan batin yang panjang, sunyi, dan penuh pencarian makna. 

Pemuda asal Korea Selatan berusia 22 tahun itu bukan pergi ke Indonesia sebagai pendatang baru. Ia lahir dan tumbuh di Tanah Air, meski kedua orang tuanya asli Korea. Islam pun sejak lama hadir di sekeliling hidupnya, seperti di lingkungan sekolah hingga di tempat kerja. Saat itu, dia belum  benar-benar paham.

Baca Juga
  • Intelijen Iran Bergerak, Pimpinan Perusuh Ditangkap, AS-Israel Terlibat
  • bank bjb dan TNI AU Perluas Akses Layanan Keuangan
  • Anwar Ibrahim: Pemerintah Malaysia akan Turun Langsung ke Misi Global Sumud Flotilla Selanjutnya

“Dari dulu sebenarnya sudah ada rencana untuk belajar Islam. Tapi jujur saja, dulu nggak ada motivasi. Masih sibuk main, main game, sama teman,” ujar Daehwan saat menceritakan kisah hijrahnya kepada Republika di Kampus UIA, Kota Bekasi, Rabu (14/1/2026).

Titik balik itu datang setelah ia menyelesaikan wajib militer di Korea Selatan dan kembali ke Indonesia sekitar dua tahun lalu. Daehwan mulai bekerja, lalu melanjutkan studi di UIA. Di sanalah rasa ingin tahunya tentang Islam kian tumbuh.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia mulai bertanya hal-hal paling dasar kepada rekan kerja dan teman kampusnya. Tentang wudhu, shalat, hingga alasan mengapa azan berkumandang lima kali sehari. Pertanyaan-pertanyaan itu tak berhenti di kepala, tetapi perlahan meresap ke dalam hati.“Pas aku belajar tentang Islam, aku ngerasa hati aku jadi tenang,” ucapnya.

Lingkungan kampus turut berperan besar dalam proses pencarian Daehwan. Selain pergaulan yang mayoritas Muslim, mata kuliah agama di FEB UIA membuka ruang dialog dan pembelajaran yang membuatnya semakin akrab dengan nilai-nilai Islam.

Pengalaman paling membekas bagi Daehwan justru datang dari Ramadhan tahun lalu. Saat itu, Daehwan yang belum berstatus Muslim, coba berpuasa bersama rekan-rekannya di tempat kerja.“Capek banget, jujur. Tapi pas sudah buka puasa, rasanya bahagia banget. Habis itu aku ngerasa, wah, ini bagus banget,”kata dia.

Ilustrasi Mualaf - (MGROL100)
 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terekam CCTV, Dua Remaja Pembegal Payudara di Jakarta Barat Dibekuk Polisi
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Hujan Petir Bakal Melanda Bandar Lampung, Pangkal Pinang, dan Kupang Hari Ini
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Airlangga Hartarto: Pariwisata Indonesia Pulih, Devisa Capai Rp232 Triliun
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Masa Depan Marcus Rashford di Barcelona Abu-abu
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Histori JPO Sarinah yang Mau Dibangun Kembali
• 16 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.