Menlu Sugiono: Diplomasi Ekonomi Jadi Inti Politik Luar Negeri RI

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa diplomasi ekonomi kini menjadi inti dari politik luar negeri Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan dalam lanjutan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026, Rabu (14/1/2026), seiring semakin kaburnya batas antara isu ekonomi dan keamanan di tingkat global. (Sumber: YouTube MoFA Indonesia)

JAKARTA, KOMPAS.TV — Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa diplomasi ekonomi kini menjadi inti dari politik luar negeri Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan dalam lanjutan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026, Rabu (14/1/2026), seiring semakin kaburnya batas antara isu ekonomi dan keamanan di tingkat global.

Menurut Sugiono, salah satu ciri paling menonjol dari dinamika dunia saat ini adalah penggunaan kebijakan perdagangan, investasi, dan teknologi sebagai instrumen geopolitik. 

Fenomena weaponization of economic policies dinilai menjadi penanda zaman, di mana kekuatan ekonomi tidak lagi berdiri netral, melainkan kerap digunakan sebagai alat tekanan politik antarnegara.

Baca Juga: PPTM 2026, Menlu Sugiono Tekankan Diplomasi Ketahanan di Tengah Dunia yang Bergejolak

“Salah satu ciri yang paling menonjol dari dunia saat ini adalah semakin kaburnya batas antara ekonomi dan keamanan. Kebijakan perdagangan, investasi, dan teknologi semakin sering digunakan sebagai instrumen geopolitik,” ujar Sugiono.

Dalam realitas baru tersebut, kekuatan ekonomi suatu negara tidak lagi diukur semata dari angka pertumbuhan, melainkan dari kemampuannya untuk bertahan dan beradaptasi. 

Indonesia, kata Sugiono, sebagai bagian dari komunitas internasional, tidak kebal terhadap tekanan dan ketidakpastian global tersebut.

Berangkat dari amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, diplomasi ekonomi Indonesia diarahkan tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional. 

Dalam konteks inilah, Sugiono menegaskan diplomasi ekonomi menjadi inti dari seluruh diplomasi yang dijalankan Indonesia.

Di tengah perlambatan ekonomi global dan meningkatnya praktik economic coercion, Indonesia disebut memiliki fondasi ekonomi yang relatif kokoh.

"Di tengah perlambatan ekonomi global dan economic coercion, Indonesia hadir dengan fondasi yang kokoh: dengan angka pertumbuhan yang berada di di atas rata-rata dunia, dengan inflasi yang terkendali, surplus perdagangan, dan tingkat realisasi investasi yang tetap tinggi," ungkap Sugiono.

Fondasi ekonomi yang stabil tersebut dinilai memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional sekaligus menopang peran aktif Indonesia yang berkelanjutan. 

Baca Juga: Menhan Sjafrie & Menlu Sugiono Bertemu Erdogan di Turki, Bahas Apa?

Namun, Sugiono menekankan bahwa untuk mempertahankan peran tersebut, Indonesia harus mampu mengamankan masa depannya sendiri melalui penguatan kemandirian ekonomi.

Upaya mengurangi kerentanan sistemik juga dilakukan melalui kontribusi Indonesia dalam memperkuat inklusi keuangan global. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Menlu Sugiono
  • diplomasi ekonomi
  • politik luar negeri Indonesia
  • PPTM 2026
  • weaponization of economic policy
  • QRIS lintas negara
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gubernur Sulsel: Preservasi Jalan Paket IV Ruas Impa-impa-Anabanua Wajo Segera Dinikmati Manfaatnya
• 6 jam lalufajar.co.id
thumb
Menhut Moratorium Penebangan dan Pengangkatan Kayu Buntut Banjir Sumatera
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kesempatan Tidak Menunggu Siapa Pun
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
Jazuli Juwaini Kunjungi & Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Serang
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Krisis Kemanusiaan Terus Berlangsung, Warga Palestina di Gaza Gelar Demo
• 15 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.