Marak Gambar AI Berbau Seksual, Serikat Guru AS Tinggalkan X

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Platform yang dimiliki Elon Musk itu menjadi tak layak digunakan sejak diambil alih pada 2022.

Marak Gambar AI Berbau Seksual, Serikat Guru AS Tinggalkan X (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Federasi Guru Amerika Serikat (American Federation of Teachers/AFT)  meninggalkan platform media sosial X usai maraknya penyebaran gambar-gambar buatan kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan anak-anak dan perempuan dalam konten berbau seksual.

Dilansir dari CNA, Rabu (13/1/2026), Presiden AFT Randi Weingarten mengatakan platform yang dimiliki Elon Musk itu menjadi tak layak digunakan sejak diambil alih pada 2022. 

Baca Juga:
Tekan Angka Kematian Selama Haji, Kemenhaj Perketat Kesehatan Jamaah

“Generator gambar AI Grok, tanpa pengamanan, adalah puncaknya. Mulai besok, kami tidak akan menggunakan Twitter, atau X,” ujar Weingarten dalam wawancara dengan Reuters.

Dia menilai, platform tersebut telah dirusak oleh ekstremis, troll, serta maraknya propaganda dan disinformasi. Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah beredarnya gambar hiper-realistis perempuan dan anak-anak di bawah umur berbusana bikini, pakaian dalam, atau pose yang merendahkan serta mengarah pada kekerasan seksual. Meski demikian, X sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas keputusan AFT tersebut.

Baca Juga:
Pelunasan Haji Khusus Tahap III Ditutup, 16 Ribu Jamaah Telah Melakukan Pembayaran

Sementara itu, perusahaan AI milik Musk, xAI, hanya menyampaikan respons umum ketika dimintai komentar. Sekadar info, saat ini X memang menjadi sorotan internasional setelah Grok secara publik membagikan banyak gambar hasil rekayasa AI. 

Meski X telah mengubah pengaturan sehingga gambar buatan Grok tidak lagi otomatis diposting ke linimasa publik, namun chatbot tersebut masih menghasilkan gambar yang secara digital menelanjangi orang-orang.

Baca Juga:
Airlangga Bahas soal Rencana Pembelian Energi dan Pesawat saat Berkunjung ke KPK

AFT yang mewakili sekitar 1,8 juta pekerja pendidikan merupakan salah satu serikat pekerja terbesar di Amerika Serikat. Weingarten sendiri telah memiliki akun di Twitter selama 15 tahun, namun belakangan mengurangi aktivitasnya karena meningkatnya disinformasi di platform tersebut.

Mulai Rabu, akun pribadi Weingarten yang memiliki sekitar 100.000 pengikut serta akun resmi AFT dengan 75.000 pengikut akan dinonaktifkan. Weingarten menegaskan keputusan itu diambil demi melindungi anak-anak. “Ini bukan keputusan yang mudah, tetapi ini keputusan yang tepat. Jika Anda berpihak pada kemanusiaan dan percaya bahwa kita harus melindungi anak-anak, maka batasan harus ditetapkan,” katanya.

Baca Juga:
AHY Dorong Pengembangan Smart City Berkelanjutan di Kawasan IKN

Penulis: Nasywa Salsabila

(kunthi fahmar sandy)

Baca Juga:
John Herdman Optimistis Timnas Indonesia Masuk Perempatfinal di Piala Asia 2027

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Begal Payudara ABG di Jakbar Ditangkap, Pengakuan Keduanya Bikin Miris
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Puluhan Sapi di Kulon Progo Diduga Terjangkit PMK
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mustika Rasa dan Kedaulatan Pangan Hari Ini
• 15 jam laludetik.com
thumb
Ikuti Jejak Indonesia, Malaysia juga Blokir Grok
• 20 jam laluidntimes.com
thumb
Karena Hal Ini Semen Padang Dianggap Lebih Pantas Bertahan di Super League Dibanding PSM Makassar
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.