JAKARTA - Pasukan elite Kopassus, Serma Edi Sutono, menunjukkan aksi heroik luar biasa saat latihan bersama negara sahabat. Ia nekat mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan rekan pasukan khusus negara sahabat.
Insiden bermula ketika Serma Edi melakukan penerjunan tandem bersama Sgt. Sabado, anggota Special Operations Command (SOCOM) Filipina, melansir laman media sosial Penkopassus, Rabu (14/1/2026). Pada ketinggian 5.000 hingga 4.500 kaki, keduanya masih berada dalam posisi stabil. Namun situasi berubah drastis saat memasuki ketinggian sekitar 3.000 kaki.
Serma Edi menyadari rekannya mengalami blackout atau kehilangan kesadaran di udara. Tanpa ragu dan mengabaikan keselamatan dirinya sendiri, Serma Edi langsung melakukan pengejaran di udara (mid-air chase) untuk mendekati Sgt. Sabado.
Dengan waktu yang sangat terbatas dan kecepatan jatuh yang tinggi, Serma Edi berhasil menjangkau rekannya dan menarik payung utama Sgt. Sabado hingga mengembang sempurna dan menyelamatkan nyawa prajurit negara sahabat tersebut.
Situasi menegangkan tak berhenti di situ. Aksi penyelamatan itu justru membuat Serma Edi kehilangan ketinggian aman untuk membuka parasutnya sendiri. Saat mencoba mengembangkan payung utama, parasut tidak mengembang sempurna.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472171/original/072823300_1768345818-holgado.jpg)
