GenPI.co - Beredar di media sosial sebuah video yang menarasikan makanan tidak layak konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara.
Video ini memperlihatkan seorang ibu kepala SDN 3 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, memviralkan menu MBG yang dianggapnya tidak layak ini.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Sari Abib Saputra mengatakan video viral ini menimbulkan kegaduhan dan berdampak luas terhadap MBG di Lampung.
"Informasi yang menyebut menu tersebut tidak layak konsumsi adalah tidak benar," kata dia, Rabu (14/1).
Abib menegaskan seluruh proses pengolahan dan pendistribusian makanan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Ini mulai dari persiapan bahan, proses memasak, hingga pemorsian sebelum didistribusikan ke sekolah.
Saat kejadian, menu MBG yang disajikan adalah nasi putih, telur ceplok asam manis, tumis buncis dan wortel, tempe bacem, dan buah anggur.
Menu MBG ini didistribusikan pada pukul 09.00 WIB dan mulai dikonsumsi siswa beberapa menit setelahnya.
Setelah itu ada keluhan sejumlah siswa berupa sakit perut, mual, dan pusing.
Namun, pihak SPPG Sindang Sari berkoordinasi dengan pihak sekolah serta instansi terkait untuk menangani hal ini.
Dalam video viral itu, narasinya adalah menu dalam kondisi busuk atau berlendir.
"Menu yang disajikan terdiri dari nasi, telur asam manis, tempe bacem, dan buah anggur. Dugaan bahwa makanan tersebut tidak layak konsumsi tidak sesuai dengan fakta yang kami temukan," tegas Abib.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Utara untuk pengecekan serta uji sampel makanan.
“Berdasarkan pengecekan awal, menu dinyatakan aman dan tidak menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) bagi penerima manfaat," jelas dia.(ant)
Tonton Video viral berikut:





