Jakarta: Presiden Prabowo Subianto diyakini mampu mewujudkan swasembada pangan. Keyakninan itu tak lepas dari keberhasilan Presiden kedelapan Indonesia itu merealisasikan janji swasembada beras pada awal 2026.
“Kita telah berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu tidak kurang dari satu tahun. Kami optimis kita akan mencapai swasembada pangan nasional, together we will rise," kata salah satu pemrakarsa 98 Resolution Network Eli Salomo Sinaga, melalui keterangan tertulis, Selasa, 14 Januari 2026.
Eli Salomo menyampaikan, komitmen kuat Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada dilakukan dengan sejumlah kebijakan. Misalnya pertama, Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 73/Kpts./OT.050/M/02/2025 Tentang Satuan Tugas Swasembda Pangan.
Menurut dia, jangkauan kerja satgas tersebut sampai ke Kabupaten Kota hingga Petugas lapangan. Sehingga, stategi utama dalam mencapai swasembda adalah peningkatan produksi dengan optimalisasi seluruh sumber daya lahan yang tersedia dan dukungan sumber daya manusia yang kompeten.
Eli Salomo menegaskan bahwa berbagai terobosan kebijakan yang bersifat regulatif telah dibuat untuk mengatasi hambatan aturan yang selama ini dipandang menghambat produksi pangan nasional. "Terobosan kebijakan cukup optimal dalam merencanakan, mengkoordinasikan, memastikan pelaksanaan kegiuatan dan evaluasi menyeluruh atas pencapaian program swasembada pangan," ungkap Eli Salomo.
Eli Salomo menyampaikan sejumlah dampak nyata dari terobosan kebijakan tersebut. Di antaranya, keberhasilan menurunkan harga pupuk hingga 20 persen.
Baca Juga :
Berhasil Capai Swasembada, Indonesia Siap Ekspor Beras dan Jagung Tahun Ini"Begitu juga dari sisi pengawasan pemerintah telah mencabut 2300 ijin usaha sektor pertanian karena melanggar peraturan dan melakukan permainan harga. Bahkan 192 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pangan," sebut Eli Salomo.
Dampak lainnya yaitu peningkatan lahan pertanian pada Oktober-Desember 2025 yang tercatat lebih tinggi 500 ribu hektar dibandingkan pada 2024. Ketiga, penaikan produksi pangan.
“Kita secara bertahap telah berhasil menaikan produksi pangan nasional. Misalnya pada tahun 2025 tercatat ekspor Pertanian Indonesia melonjak hingga 33 Persen, stok pangan nasional mencapai 3,2 juta ton, dan yang sangat menggembirakan adalah nilai tukar petani menembus angka 125,35, tertinggi sepanjang sejarah," ujar Eli.
Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan tercapainya swasembada pangan nasional. Foto: Dok. istimewa.
Menurut Eli Salomo, Pemerintah telah menargetkan serapan gabah dan beras nasional pada 2026 mencapai 4 juta ton. Angka ini adalah terget dalam rangka penguatan swasembada pangan berkelanjutan. Target tersebut telah didukung dengan penambahan anggaran hingga mencapai Rp.39 Triliun.
Sementara itu, Eli Salomo menilai dukungan pemerintah kepada petani secara langsung dinilai cukup membantu. Salah satunya melalui penetapan harga gabah hasil produksi petani seharga Rp. 6500 per kilogram.
Eli menilai, kebijakan Presiden merupakan insetif yang sangat berharga bagi petani. Sebab, dapat menjual produk gabah kering panen mereka pada tingkat yang menguntungkan..
Selain itu, kebijakan impor pangan yang mencekik leher kaum akan dapat diatasi dengan keyakinan dan komitmen kuat Presiden Prabowo. Sehingga, Indonesai kembali berdiri di atas kaki sendiri terkai sektor pangan.
“Masalah pangan adalah masalah kedaualatan, Masalah pangan adalah masalah kemerdekaan, masalah pangan adalah masalah survival kita sebagai bangsa," kata Eli Salomo.



