JAKARTA, KOMPAS.com - Kabel utilitas yang menggantung semrawut di Tebet, Jakarta Selatan, khususnya di sepanjang Jalan Dr. Soepomo dan Jalan Dr. Saharjo, rencananya akan ditata ke bawah tanah melalui sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT).
Langkah ini diambil menyusul keluhan warga terkait kabel yang menumpuk dan menggantung rendah di pinggir jalan, yang dinilai mengganggu dan membahayakan keselamatan.
Kepala Suku Dinas Bina Marga, Rifki Rismal, mengatakan, saat ini pihaknya masih mengurus perizinan untuk memulai proyek tersebut.
Baca juga: 1 Tiang Miring di Tebet Sudah Dicabut, Kabel Masih Semrawut
“Iya, nantinya semua kabel optik akan masuk ke dalam SJUT. Namun kemarin yang di Jalan Saharjo ada sedikit terkendala dengan perijinannya,” kata Rifki saat dikonfirmasi, Rabu.
Namun, Rifki belum dapat memastikan kapan proyek tersebut akan mulai dilakukan.
Sebelumnya diberitakan, kabel-kabel di sepanjang Jalan Dr. Soepomo dan Jalan Dr. Saharjo tampak bertumpuk-tumpuk dan berantakan.
Bahkan, terdapat kabel yang menjuntai rendah di trotoar jalan sebelum pom bensin Shell di Jalan Dr. Soepomo sehingga mengganggu dan mengancam keselamatan pejalan kaki.
Selain itu, banyak kabel yang putus akibat bergesekan dengan kendaraan besar seperti truk.
“Kemaren tuh baru putus gara-gara ada truk lewat. Ya akhirnya dirapiin sedikit aja, enggak tahu sama siapa,” kata warga, Doni, ditemui di perempatan Jalan Tebet Raya, Rabu.
Baca juga: Aksi Kilat Pencurian Plat Baja di Depok, 8 Orang Beraksi Kurang 2 Menit
Banyak tumpukan kabel ditopang pada pohon-pohon di pinggir jalan dan tampak berserakan. Beberapa kabel bahkan terendam genangan atau tertimbun tanah.
Upaya perapian kabel putus mulai dilakukan pada Rabu (17/12/2025). Namun, kondisi tumpukan kabel di sebagian besar jalan masih tampak semrawut, terutama di perempatan Jalan Tebet Raya.
Di sana, banyak kabel putus diikatkan ke kabel lainnya, sementara tiang-tiang penopangnya tampak miring dan condong ke berbagai arah.
Warga berharap agar kabel segera ditata, dengan membuang kabel-kabel yang sudah tak berfungsi lagi lalu dilanjutkan dengan pemindahan kabel ke bawah tanah.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



