Bisnis.com, SEMARANG —Curah hujan tinggi yang terjadi sejak Senin (13/1/2026) malam menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tergenang banjir. Dampak banjir tersebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga mengganggu distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Pertamina Patra Niaga mencatat satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah terdampak terpaksa menghentikan operasional sementara. SPBU 44.593.15 yang berlokasi di Tanggulangin, Kabupaten Kudus, berhenti beroperasi sebagai langkah pengamanan.
Area Manager Communications, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan menjelaskan, penghentian operasional dilakukan untuk memastikan keselamatan serta kualitas BBM.
"Sebagai langkah pengamanan, sebelum air meninggi SPBU telah memastikan seluruh fillpot tertutup rapat dan kelistrikan dimatikan. Saat ini SPBU dalam kondisi stop operasi sementara,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Taufiq menegaskan kualitas dan keamanan BBM menjadi prioritas utama perusahaan. Oleh karena itu, sebelum operasional kembali dibuka, Pertamina Patra Niaga akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk potensi adanya kandungan air di dalam tangki penyimpanan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelancaran distribusi BBM serta keselamatan operasional, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.
Baca Juga
- Lahan Pertanian Tergenang Banjir di Sumsel Capai 8.000 Hektare
- Lima Wilayah di Jatim Terdampak Banjir, Lamongan Dilaporkan Terparah
- Pesisir Jawa Timur Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga Akhir Januari 2026
Sementara itu, untuk menjaga pasokan energi kepada masyarakat, distribusi BBM yang semula menuju SPBU 44.593.15 dialihkan ke dua SPBU terdekat yang masih beroperasi, yakni SPBU 44.593.04 Matahari dan SPBU 44.593.16 Tanjung Karang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara melakukan pengisian BBM di SPBU terdekat tersebut. Pertamina terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan mengingatkan seluruh SPBU, khususnya di wilayah Kudus dan sekitarnya, agar tetap waspada terhadap potensi dampak banjir,” tutup Taufiq.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Tengah pada Rabu (14/1/2026). BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir pada sore hingga malam hari.
BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan. Pada periode 14–16 Januari 2026, wilayah Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)