Bea Cukai Gagalkan Peredaran Etomidate Lewat Jasa Ekspedisi di Jakut

eranasional.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM — Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersinergi dengan Polri kembali mengungkap upaya penyelundupan narkotika melalui barang kiriman internasional.

Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, mengatakan kali ini aparat gabungan menggagalkan peredaran narkotika Golongan II jenis etomidate yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional FedEx dan mengungkap dugaan keterkaitannya dengan produksi vape narkotika di Jakarta Utara.

Penindakan bermula pada Jumat (02/01), saat petugas Bea Cukai di Gudang FedEx Area Kargo Bandara Soekarno-Hatta mencurigai satu paket barang kiriman yang diberitahukan sebagai sampel bahan kimia carbomer 940 dengan berat 0,2 kilogram dan ditujukan kepada penerima atas nama HW dengan alamat Apartemen Green Bay Pluit, Jakarta Utara.

“Hasil pemeriksaan mendalam dan pengujian laboratorium Bea Cukai menunjukkan bahwa serbuk putih dalam paket tersebut positif mengandung etomidate, narkotika Golongan II. Atas temuan tersebut, Bea Cukai berkoordinasi dengan Subdirektorat II Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya untuk melakukan langkah pengembangan melalui metode controlled delivery,” ujar Syarif dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (14/01/2026).

Dia mengungkapkan modus penyelundupan narkotika melalui barang kiriman terus berkembang dan memanfaatkan celah logistik.

“Karena itu, sinergi lintas instansi dan analisis intelijen menjadi kunci dalam memutus mata rantai peredarannya,” ujar Syarif.

Dia menjelaskan controlled delivery dilakukan pada periode 6 hingga 11 Januari 2026 dengan pengawasan ketat terhadap paket yang diantarkan ke Apartemen Green Bay Pluit.

Dalam proses pemantauan, petugas mengidentifikasi seorang pria berinisial D yang diduga berperan sebagai pihak yang menerima dan memantau paket atas perintah pihak lain.

Pengambangan

Pengembangan juga mengungkap bahwa penerima utama, HW, diketahui berada di luar negeri dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 10 Januari 2026.

Syarif mengatakan petugas kemudian melakukan pengamanan terhadap D saat mengambil paket di apartemen.

Dari hasil pengembangan, dikatakan dia, ditemukan pula paket lain berisi peralatan laboratorium yang diduga digunakan untuk pembuatan vape etomidate secara ilegal.

“Sehari kemudian, tim gabungan mengamankan HW setibanya di Terminal 2F Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Dari pemeriksaan, ditemukan 500 kemasan plastik yang diduga digunakan sebagai cartridge vape etomidate. Penggeledahan lanjutan di apartemen mengungkap satu kilogram bahan kimia lain yang diduga sebagai prekursor campuran etomidate,”ujar dia.

Syarif menegaskan bahwa penindakan ini menunjukkan komitmen Bea Cukai dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

“Kami akan terus memperkuat pengawasan, baik di pintu masuk negara maupun jalur distribusi, demi mencegah penyalahgunaan narkotika yang membahayakan generasi bangsa,” tegasnya.

Saat ini, kedua terduga beserta barang bukti telah diserahkan kepada Ditnarkoba Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan lebih lanjut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mustika Rasa dan Kedaulatan Pangan Hari Ini
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Sambangi Korban Banjir di Serang, Jazuli Juwaini Pastikan Bantuan Tersalurkan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Masuk 10 Negara dengan Pengunjung Terbanyak ke Jepang
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Bukan Ayah vs Anak, Konflik Joko Suyoto dan Manajer Farel Prayoga Kian Terbuka
• 20 jam lalugrid.id
thumb
KPK duga anggota DPRD Iin Farihin terkait vendor proyek Pemkab Bekasi
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.