Ringkasan Berita:
- Sulsel mencatatkan 10.049 kasus selama tahun 2025.
- Sumatera Utara menjadi provinsi dengan kasus kejahatan terbanyak yakni 18.836 kasus, disusul Jawa Barat 15.797 kasus.
- Tingginya angka kriminalitas di kedua wilayah ini dipengaruhi dinamika sosial-ekonomi, kepadatan penduduk, serta mobilitas masyarakat yang tinggi di kawasan metropolitan.
TRIBUN-TIMUR.COM - Sulawesi Selatan menempati posisi kelima tingkat kejahatan terbanyak di Indonesia.
Total kasus kejahatan di Sulsel sepanjang tahun 2025 sebanyak 10.049.
Sulsel mengalahkan Sumatera Selatan dan Lampung.
Kejahatan terbanyak terjadi di Sumatera Utara sebanyak 18.836 kasus.
Posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan 15.797 kasus kejahatan.
Berbagai kasus kejahatan seperti pencurian, perampokan, penipuan, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, hingga kejahatan siber.
Baca juga: Kabar Terbaru Kasus Dugaan Penganiayaan ASN oleh Ketua DPRD Soppeng, Upaya Damai Pupus
Kasus ini terus mengalami perkembangan seiring perubahan kondisi sosial dan kemajuan teknologi.
Berdasarkan data Kepolisian Republik Indonesia, sepanjang tahun 2025 tercatat ada sebanyak 38.424 tindak kejahatan terjadi di Indonesia.
Jenisnya pun beragam yakni pencurian dengan pemberatan, narkoba, penganiayaan, penipuan, hingga pencurian biasa.
Motif utama tindak kejahatan ini didasari ekonomi.
Selain itu juga karena kesengajaan, salah paham, permasalahan sosial hingga gangguan keamanan.
Melansir pusiknas.polri.go.id, Sumatra Utara dan Jawa Barat rawan terjadi tindak kejahatan karena dinamika sosial-ekonomi yang kompleks.
Di balik geliat perdagangan, industri, hingga aktivitas masyarakat, terselip pula risiko kerawanan yang harus selalu diwaspadai.
Di kawasan metropolitan, wajah kota sering kali punya dua sisi. Di satu sisi, ia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan perputaran manusia.
Namun, di sisi lain, kota juga menyimpan kerentanan, mulai dari kejahatan jalanan, penipuan berbasis teknologi, hingga tindak pidana terorganisir.



