Indonesia Pimpin D-8, Fokus Perkuat Perdagangan hingga Teknologi

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia akan menjadi ketua kelompok negara berkembang atau developing 8 (D-8) yang berisi Iran hingga Mesir, dengan fokus memperkuat perdagangan dan teknologi.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan kepemimpinan Indonesia di D-8 akan diarahkan untuk memperkuat perdagangan hingga teknologi.

Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 pada Rabu (14/1/2026), Sugiono menjelaskan di dunia yang multiplex, ketahanan nasional tidak dibangun melalui isolasi, melainkan melalui jejaring. 

Indonesia pun menjalankan strategi diversifikasi yang konsisten dengan politik luar negeri bebas aktif. Indonesia bebas menentukan jalur, dan aktif memanfaatkan setiap ruang kerja sama yang tersedia.

Pendekatan tersebut mendasari fokus Indonesia pada keketuaan D-8 periode 2026-2027. Indonesia akan membawa agenda D-8 yang lebih delivery-oriented, memperkuat perdagangan intra-D-8, ketahanan pangan dan energi, serta kerja sama ekonomi biru, sains, dan teknologi. 

“Fokusnya jelas: jobs, growth, and resilience. D-8 memberi ruang bagi the Global South untuk berkolaborasi dan membangun ketahanan bersama,” ujar Sugiono dalam PPTM 2026 pada Rabu (14/1/2026). 

Baca Juga

  • Infinix Pamer Teknologi Pendingin Baru HydroFlow di Note 60, Ini Keunggulannya
  • Mengenal Talent DNA ESQ, Teknologi AI Andalan Sekolah Rakyat Petakan Potensi Siswa
  • China Ciptakan Teknologi Pembuat 'Matahari Buatan', Era Energi Bersih Tiba

D-8 sendiri merupakan organisasi untuk kerjasama pembangunan internasional yang terdiri dari sejumlah negara mulai dari Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Azerbaijan.

Indonesia kemudian menjadi ketua D-8 mulai 1 Januari 2026, untuk periode 2026–2027. Adapun, serah terima resmi keketuaan akan dilakukan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12 D-8, pada April 2026 di Jakarta.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Tri Tharyat menjelaskan keketuaan Indonesia di D-8 merupakan momentum strategis untuk memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia. 

Selain itu, memperkokoh solidaritas negara-negara Global South, serta meningkatkan daya tawar kolektif negara berkembang dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan multilateralisme.

“D-8 adalah forum ekonomi strategis Global South. Di tengah dinamika geopolitik dan tantangan multilateralisme, keketuaan Indonesia di D-8 akan menjadi sarana penting untuk memperkuat kesetaraan, solidaritas, dan kerja sama ekonomi yang konkret,” ujar Tri Tharyat.

KTT D-8 2026 di Jakarta diharapkan menghasilkan deklarasi sebagai wujud komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama ekonomi, solidaritas Global South, serta mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh negara anggotanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nilai Tukar Mata Uang Iran Anjlok, Kerusuhan Berawal dari Krisis Ekonomi
• 3 jam laludisway.id
thumb
Polemik Pasal Nikah Siri di KUHP Baru, Selly: Bukan Kriminalisasi Agama, Tapi Perisai bagi Perempuan
• 2 menit lalusuara.com
thumb
Arita Prima (APII) Kantongi Kredit Modal Rp86,5 Miliar dari NISP
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Sesi Pound Fit Bikin teman kumparanWoman Ketagihan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota Komisi IV ke Menteri KP: Cuma Bagi Bansos di Langsa, Tak Temui Nelayan
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.