AS Tarik Sebagian Pasukan dari Pangkalan Militer, Invasi ke Iran Tunggu Waktu

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menarik sebagian personel menyusul ancaman pembalasan ke pangkalan militernya di Timur Tengah dari pejabat senior Iran jika Washington nekat menyerang negara teluk tersebut.

Reuters melaporkan bahwa seorang pejabat AS, yang enggan disebut namanya, mengatakan penarikan personel AS dari pangkalan-pangkalan utama di wilayah tersebut sebagai tindakan pencegahan mengingat meningkatnya ketegangan regional.

"Semua sinyal menunjukkan bahwa serangan AS akan segera terjadi, tetapi itulah juga cara pemerintahan ini bertindak untuk membuat semua orang tetap waspada. Ketidakpastian adalah bagian dari strategi," kata seorang pejabat militer Barat kepada Reuters.

Kendati demikian, Presiden Donald Trump tampaknya masih menunggu perkembangan situasi di Iran yang dalam beberapa waktu terakhir diguncang oleh demonstrasi yang cukup brutal. Respons pasukan keamanan Iran terhadap demonstran setidaknya telah menewaskan banyak orang.

Trump sendiri mengatakan bahwa dia telah diberitahu bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh rezim Iran terhadap para demonstran telah mereda. Dia ia percaya saat ini tidak ada rencana eksekusi skala besar.

Ketika ditanya siapa yang memberitahunya bahwa pembunuhan telah berhenti, Trump menggambarkan mereka sebagai "sumber yang sangat penting di pihak lain."

Baca Juga

  • Trump Lempar Tarif 25% ke Mitra Dagang Iran, Perdagangan Global Berisiko Terguncang
  • Ancaman Tarif Trump 25% ke Mitra Dagang Iran Tak Berdampak ke RI
  • Trump Ancam Kenakan Tarif 25% ke Negara yang Berbisnis dengan Iran!
Intervensi Militer ke Iran

Kendati demikian, Trump tidak mengesampingkan potensi tindakan militer AS terhadap Iran selalu ada. Dia mengatakan pihaknya akan terus mengamati proses yang sedang terjadi sebelum mencatat bahwa pemerintahannya telah menerima "pernyataan yang sangat baik" dari Iran.

Dua pejabat Eropa mengatakan intervensi militer AS dapat terjadi dalam 24 jam ke depan. Seorang pejabat Israel juga mengatakan tampaknya Trump telah memutuskan untuk campur tangan, meskipun cakupan dan waktunya masih belum jelas.

Qatar mengatakan penarikan pasukan dari pangkalan udara Al Udeid, pangkalan AS terbesar di Timur Tengah, "sedang dilakukan sebagai tanggapan terhadap ketegangan regional saat ini".

Tiga diplomat mengatakan beberapa personel telah diperintahkan untuk meninggalkan pangkalan, meskipun tidak ada tanda-tanda langsung sejumlah besar pasukan diangkut dengan bus ke stadion sepak bola dan pusat perbelanjaan seperti yang terjadi beberapa jam sebelum serangan rudal Iran tahun lalu.

Inggris juga menarik beberapa personel dari pangkalan udara di Qatar menjelang kemungkinan serangan

Trump Berulangkali Mengancam

Teheran berupaya untuk mencegah ancaman berulang Presiden AS Donald Trump untuk ikut campur tangan atas nama para demonstran anti-pemerintah.

Trump bahkan telah berulang kali mengancam akan melakukan intervensi militer guna mendukung para pengunjuk rasa di Iran, di mana ribuan orang dilaporkan tewas dalam penindakan terhadap kerusuhan melawan pemerintahan mereka.

Iran dan negara-negara barat sama-sama menggambarkan kerusuhan tersebut, yang dimulai dua minggu lalu sebagai demonstrasi menentang kondisi ekonomi yang buruk dan dengan cepat meningkat dalam beberapa hari terakhir, sebagai yang paling keras sejak Revolusi Islam 1979.

Seorang pejabat Iran mengatakan lebih dari 2.000 orang telah meninggal. Sebuah kelompok hak asasi manusia memperkirakan jumlah korban tewas lebih dari 2.600.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Abdolrahim Mousavi pada hari Rabu menyebut bahwa Iran belum pernah menghadapi kehancuran sebesar ini" sembari menyalahkan musuh asing. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menggambarkannya sebagai penindasan paling kejam dalam sejarah kontemporer Iran.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lompatan Teknologi "Deepfake", Senjata Baru Dunia Tipu-Tipu 
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Wow! Dana Riset Naik 218 Persen, Pemerintah Guyur Insentif ke Peneliti
• 3 jam laludisway.id
thumb
Antam Pastikan Seluruh Karyawan Aman Pascakemunculan Gas Beracun di Tambang Emas Pongkor
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Industri Tekstil Dapat Dana Segar, Potensi Tenaga Kerja Bisa 6,76 Juta Orang
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Hujan Deras Mengguyur, Jalan Raya Kerobokan Badung Bali Terendam Air
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.